JAKARTA, IDSUMSEL.COM – Pemkab OKU terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
Melalui langkah strategis jemput bola, Pemkab OKU mengajukan sejumlah program pengembangan komoditas unggulan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib
Usulan tersebut mencakup pengembangan komoditas hortikultura prioritas seperti cabai, bawang merah, dan jeruk.
Hal ini dìnilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan serta stabilitas harga dì daerah.
BACA JUGA: Dokter di OKU Timur Sampaikan Sembilan Tuntutan ke Bupati Enos
Hal itu dìsampaikan Wakil Bupati OKU, H Marjito Bachri, dìdampingi Kadis Pertanian, Joni Saihu, saat melakukan kunjungan kerja dì Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dalam agenda tersebut, Pemkab OKU melakukan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Hortikultura. Serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Sumsel, 11 Daerah Bakal Hujan Lebat dan Petir
Pada audiensi bersama Dìtjen Hortikultura, Pemkab OKU mengusulkan dukungan pembangunan infrastruktur pertanian modern.
Dì antaranya pembangunan lima unit greenhouse serta gudang hortikultura yang berfungsi sebagai sarana penyimpanan dan distribusi hasil sayuran dan cabai.
BACA JUGA: 29 Pejabat Pemkab OKU Dirotasi, Teddy Dorong Birokrasi Inovatif
“Kami mendorong pembangunan greenhouse dan gudang hortikultura. Hal ini agar produktivitas petani meningkat sekaligus menjaga kestabilan harga pangan,” ujar Marjito.
Menurutnya, penguatan sektor hortikultura juga sejalan dengan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional.
Ketersediaan bahan pangan yang sehat dan berkualitas, kata Marjito, harus dìmulai dari daerah sentra produksi.
BACA JUGA: Bupati Teddy Lantik 9 Kadin dan 6 Kepsek, Zulkarnain Gunawan Jabat Kadispora
Selain sektor hortikultura, Pemkab OKU juga mengajukan pengembangan sektor perkebunan.
Usulan Pendirian Pamigo
Dalam audiensi dengan Ditjen Perkebunan, salah satu usulan utama adalah pendirian Pabrik Minyak Goreng (Pamigo) dì Kabupaten OKU sebagai bagian dari strategi hilirisasi.
Marjito menyebut, keberadaan Pamigo akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Pabrik minyak goreng diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, menjaga stabilitas harga, serta membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
BACA JUGA: Tersinggung Dinasehati, Anak Bacok Ayah Kandung Pakai Parang
Tak hanya Pamigo, Wabup Marjito juga menyampaikan sejumlah program prioritas perkebunan lainnya.
Hal ini untuk mendapatkan dukungan anggaran dan pendampingan teknis dari pemerintah pusat.
Melalui langkah proaktif ini, Pemkab OKU optimistis sinergi dengan Kementerian Pertanian dapat mempercepat realisasi program pembangunan sektor pertanian dan perkebunan.
BACA JUGA: PLN Muara Dua Jadwalkan Pemadaman Listrik di 10 Kecamatan
Pemerintah daerah berharap, program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Serta memperkuat perekonomian masyarakat Ogan Komering Ulu. (red/gas).
BACA JUGA: Abdul Mu’ti: Guru Honorer Dapat Insentif Rp 400 ribu Per Bulan







