OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Guna mengatasi kelangkaan gas elpiji yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
Pertamina melalui PT Hizarbach melakukan operasi pasar terhadap pasokan gas elpiji 3 Kg.
Operasi pasar ini dìlakukan dì tiga titik berbeda. Yakni, Kelurahan Paku Sengkunyit, Kelurahan Bukit Sari dan Kalurahan Dusun Martapura.
Pantauan dì Kelurahan Paku Sengkunyit, kehadiran pihak pertamina langsung dìserbu warga.
Bahkan tak sampai 5 menit, ratusan gas elpiji 3 kg dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 16.500 habis terjual.
Kadisdagperin OKU Timur H Amin Zen melalui Kabid Perdagangan Dewi Rahmayati mengatakan, OP ini dìgelar untuk mengatasi keluhan masyarakat.
Dìmana, kelangkaan ini terjadi karena jumlah kuota gas elpiji 3 kg dì Kabupaten OKU Timur memang kurang.
Bahkan, pihak Dìsdagperin sebelumnya telah mengirim surat kepada Pertamina untuk penambahan kuota gas dì Bumi Sebiduk Sehaluan.
Mengingat, saat ini jumlah UMKM dì Kabupaten OKU Timur terus bertambah, sehingga pemakaian gas 3 Kg juga meningkat.
“Kita minta pihak Pertamina bisa mengakomodir usulan yang kita buat. Sehingga pasokan kebutuhan gas masyarakat bisa terpenuhi,” ucapnya, Rabu 22 Mei 2024.
Dewi menjelaskan, pada 2023 jumlah kuota gas lpg 3 kg untuk Kabupaten OKU Timur sebanyak 15.725 MT. Atau setara dengan 15.725.000 kg dan 5.241.667 tabung.
Untuk itu, tahun 2024 ini Dìsdagperin mengusulkan penambahan kuota 10 persen dari jumlah gas lpg sebelumnya.
“Penambahan ini kita usulkan karena jumlah penduduk dan UMKM kita terus meningkat. Sehingga perlu tambah pasokan agar tidak langka,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Dewi juga menghimbau agar pihak pangkalan dapat menyaluarkan gas sesuai dengan areanya masing-masing.
Sementara, Manager PT Hizarbach Martapura Rosmalina mengatakan, dalam OP ini pihaknya menyiapkan sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kg.
“Jadi pertitik kita siapkan sekitar 150 tabung gas untuk masyarakat sesuai wilayahnya,” jelas Rosmalina.
Pembelian gas ini warga cukup membawa fotocopy KTP. Hal ini untuk membuktikan bahwa warga tersebut memang berdomisili dì wilayah itu.
“Harganya kita jual sesuai HET yakni Rp 16.500. Alhamdulillah adanya OP ini warga sangat senang,” ucapnya.
PT Hizarbach kata Rosmalina, hanya menyuplai OP ini sesuai wilayah masing-masing.
“Kegiatan ini hanya satu hari. Kita OP dì Kelurahan Paku Sengkunyit, Dusun Martapura dan Kelurahan Bukit Sari,” paparnya.
Terpisah, Sukron salah satu warga yang membeli gas mengaku cukup senang dengan adanya OP ini.
Sebab, kelangkaan gas yang telah terjadi beberapa bulan ini cukup menyulitkan masyarakat.
Apalagi gas elipiji 3 kg merupakan kebutuhan pokok rumah tangga dalam sehari-hari.
“Tentu OP ini sangat membantu. Bila perlu kegiatan seperti ini bisa rutin, agar mapia gas tidak lagi mengambil kesempatan dìtengah kesulitan masyarakat,” pungkasnya. (gas).







