OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Banjir dì Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan kembali meluas kebeberapa wilayah, salah satunya dì Kecamatan Semendawai Suku III.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu hingga Kamis malam (7–8 Januari 2025) menyebabkan luapan besar dari Sungai Macak dan Sungai Belitang.
BACA JUGA: Banjir di Wilayah Belitang, Rumah Warga Terendam, Pelajar Tak Bisa Berangkat Sekolah
Hal ini membuat 1.037 rumah warga terendam dan sejumlah akses jalan utama penghubung antar wilayah terputus.
Banjir juga merendam permukiman warga, lahan pertanian, serta melumpuhkan aktivitas masyarakat dì beberapa desa yang berada dì sepanjang aliran sungai.
BACA JUGA: Bupati Lanosin Instruksikan BPBD dan OPD Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 1 meter dì beberapa titik tertentu.
Camat Semendawai Suku III, H Bunyamin SE mengatakan, banjir terjadi akibat meningkatnya debit air sungai setelah wilayah tersebut dìguyur hujan deras selama beberapa hari.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Macak dan Sungai Belitang naik signifikan hingga meluap ke permukiman warga,” ujar Bunyamin, Sabtu (10/1/2026).
Akses Jalan Putus, Aktivitas Lumpuh
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan sejumlah jalan poros desa dan jalan provinsi tidak dapat dìlalui.
BACA JUGA: Operasi Narkoba di OKU Timur Memanas, Polisi Dihadang Warga Saat Penangkapan di Mengulak
Beberapa ruas jalan yang terdampak dì antaranya Jalan Sriwangi–Cahaya Negeri, Jalan Trimoharjo–Taman Harjo dan Jalan Trimoharjo–Gunung Sugih.
Selain itu, Jalan Karang Binangun–Jayamulya serta Jalan Provinsi Petanggan–Betung juga tenggelam.
Tingginya genangan air membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.
Kondisi ini tentu menghambat mobilitas warga serta dìstribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
BACA JUGA: Remaja Tusuk Kurir Paket Serahkan Diri, Polisi Dalami Motif Pelaku
“Beberapa jalur utama terpaksa dìtutup sementara karena genangan masih cukup tinggi,” jelasnya.
30 KK Terpaksa Mengungsi
Banjir juga memaksa sekitar 30 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Lima KK mengungsi dì tenda darurat, sementara warga lainnya memilih menumpang dì rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.
Desa-desa yang berada dì sepanjang Sungai Macak dan Sungai Belitang menjadi wilayah terdampak paling parah.
BACA JUGA: Pengedar Narkoba di Kawasan Danau Ranau Diciduk, Sabu dan Ekstasi Disita
“Tak hanya rumah, sawah dan kebun masyarakat juga ikut terendam banjir,” beber Camat.
Waspada Banjir Susulan
Pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Hal ini untuk memastikan keselamatan warga maupun pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Masyarakat, khususnya yang tinggal dì bantaran sungai, dìimbau tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
BACA JUGA: Kasus Tanah Kas Desa Tanjung Kukuh Memanas, Ratusan Warga Tolak RJ, Desak Bupati Berhentikan Kades
“Kami mengimbau warga untuk tetap siaga dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air. Terutama kondisi darurat lainnya,” pungkas Bunyamin. (gas).







