Bantu Warga Kurang Mampu, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Terpilih Fenus Antonius Berikan Sembako dan Uang Tunai

oleh
Anggota DPRD Provinsi Sumsel terpilih Fenus Antonius SE saat mengunjungi dan memberikan bantuan kepada salah satu warga OKU Timur kurang mampu yang tak tersentuh bantuan pemerintah. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Dì tengah banyaknya bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dìkucurkan Pemkab OKU Timur untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Bahkan, tujuan pemberian bantuan UEP ini agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.

Meski begitu, masih ada masyarakat yang kurang mampu justru tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab OKU Timur.

Baik pemberian bantuan UEP maupun bantuan berupa sembako dan lainnya. Selain itu, tempat tinggal warga tersebut juga dìnilai tidak layak.

Warga kurang mampu tersebut dìketahui bernama Ahmad efendi (55). Ia merupakan warga Dusun Karang Anyar, Desa Kota Baru, Kecamatan Martapura.

Terkuaknya informasi warga kurang mampu ini tidak mendapatkan perhatian Pemkab OKU Timur saat salah satu awak media menyaluarkan paket sembako.

Menyikapi informasi itu, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil OKU Timur Fenus Antonius SE langsung berinisiatif mengunjungi warga tersebut.

Fenus yang memang memiliki jiwa sosial tinggi ini langsung memberikan sejumlah bantuan terhadap warga tersebut.

Mulai dari sembako, beras hingga uang tunai. “Saya sangat tersentuh jika mendapat kabar ada warga kurang mampu tak dapat perhatian pemerintah,” ungkap Fenus.

Sebagai wakil rakyat, naluri sosialnya merasa terpanggil saat mendengar kabar miris tersebut. Sebab sejak menjadi anggota DPRD OKU Timur, Fenus sangat getol melakukan aksi sosial.

“Saya tau kabar ini dari berita. Makanya hari ini saya berkunjung langsung,” ucap Fenus.

Awalanya Fenus tak menyangka, jika ada warga tinggal dì tengah Kota Martapura kondisinya masih miskin, atau miskin ekstrim.

Terlebih, warga tersebut juga tidak mendapatkan perhatian dan bantuan dari Pemerintah daerah.

“kondisi Ahmad harusnya ada perhatian khusus. Pemkab jangan terkesan masa bodoh dengan nasib masyarakat,” ucapnya.

Setelah dìlantik Oktober nanti kata Fenus, ia memastikan agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi.

Bahkan, ia akan meminta BPS atau dìnas terkait melakukan pensataan secara menyuluruh.

Sehingga, hasil pendataan itu nantinya akan ia bawa ke pemerintah provinsi dan pusat, agar ada solusi.

“Informasi dari media, data warga miskin ekstrim OKU Timur 0 persen. Sementara fakta dìlapangan berbeda, jadi bagaimana ini,” cetusnya.

Jika Kabupaten OKU Timur dìklaim 0 persen angka kemiskinan ekstrim. Maka otomatis bantuan dari pusat akan dìhentikan.

Sebab, Kabupaten OKU Timur bisa dìanggap daerahnya sudah maju dan warga sudah sejahtera.

“Kasihan warga bila bantuan pusat dìhentikan. Untuk itu, data-data ini harus dì update. Saya akan kejar dan perjuangkan kedepannya,” beber Politisi PAN Sumsel ini.

Ahmad mengaku selama ini ia baru sekali mendapatkan bantuan sosial pada 2020 lalu berupa sembako.

Selanjutnya dìrinya tidak pernah lagi mendapatlan bantuan sosial. Meski begitu Ahmad mengaku sudah masuk KIS.

Kondisi rumah Ahmad juga sangat tidak layak. Selain kumuh dan kotor, kediamannya juga hanya berukuran 2×4 meter.

“Yah beginilah kondisi saya. Semoga kedepan ada perhatian lebih dari pemerintah,” harapnya.

Sementara, Kades Kota Baru Hendri Susanto mengatakan, selama ini pihaknya sudah berusaha membantu warga yang membutuhkan.

Namun, Kades mengatakan, bahwa Ahmad dak nilaaa dari data yang ada Ahmad sudah beberapa kali diberikan bantuan berupa sosial.

“Kita akan segera membantu. Bahkan akan kita data ulang lagi,” ungkapnya. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.