Hal yang sama juga d I ungkapkan Desi (45) pemilik kebun Duku Desa Pulau Negara, Kecamatan BP Peliung. Menurut Desi puluhan pohon duku miliknya juga mati tanpa sebab.
Untuk itu Ia meminta agar Pemkab OKU Timur melalui Dinas Pertanian bisa membatu para petani Duku ini mencarikan solusi. Sehingga pohon-pohon duku yang salah satu komoditas unggulan OKU Timur ini tidak habis dan punah.
“Boleh cek sendiri sepanjang pinggir jalan desa kita ini banyak batang Duku yang mati tanpa sebab. Kalau kita hitung-hitung hampir mendekati ribuan batang yang terkena penyakit ini. Kita berharap pemerintah setempat bisa turut mencarikan solusi,” ujarnya.
Ia menceritakan, usia batang duku yang d I serang penyakit aneh ini relatif bervariasi mulai dari usia 8-9 tahun hingga berusia tua. Selain itu dua tahun terakhir pohon Duku Komering sudah jarang berbuah, sehingga saat panen duku Komering tidak banyak d i pasaran.
“Biasanya kalau sudah musim duku penghasilan dari buah itu mencapai ratusan juta rupiah. Namun sudah dua tahun ini tidak ada musim karena tidak berbuah, d I tambahi lagi ini batang Duku banyak yang mati. Kami mohon kepada Pemerintah tolong bantu kami beri solusi agar kondisi ini tidak berlarut-larut,” ratapnya. (gas).