Cegah Pelajar Terlibat Unjuk Rasa, MKKS SMK OKU Timur Apresiasi Peran Orang Tua dan Guru

oleh
Cegah Pelajar Terlibat Unjuk Rasa, MKKS SMK OKU Timur Apresiasi Peran Orang Tua dan Guru
Ketua MKKS SMK OKU Timur, Drs Ribut Setiadi memberikan apresiasi pada orang tua dan guru yang aktif menjaga siswa tidak ikut aksi unjuk rasa. Foto: dok/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Upaya pencegahan keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi (unjuk rasa) mendapat perhatian serius dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK OKU Timur.

Melalui Surat Tugas Nomor 870/018/MKKS/SMK OKUT/VIII/2025 yang diterbitkan pada 31 Agustus 2025, MKKS menugaskan guru dan pegawai untuk melakukan pengawasan ketat terhadap siswa.

BACA JUGA: SMKN 1 Martapura Sosialisasikan Program Sekolah, Tegaskan Tak Jual Seragam

Surat yang dìtandatangani Ketua MKKS SMK OKU Timur, Drs Ribut Setiadi, tersebut berisi sejumlah instruksi penting, antara lain memastikan siswa tidak terlibat aksi unjuk rasa.

Kemudian, menjalin kerja sama dengan orang tua atau wali murid untuk memantau aktivitas siswa.

BACA JUGA: Tiga Pelajar OKU Timur Wakili Indonesia di WICE 2025 Malaysia

Tak hanya itu, intruksi juga berisikan agar guru dan orang tua melakukan pengawasan dì titik-titik kumpul pelajar agar situasi tetap kondusif.

Serta, berkoordinasi dengan aparat keamanan, hingga melaporkan hasil pemantauan kepada MKKS.

Ribut menjelaskan, kegiatan pemantauan ini dìlaksanakan pada 1–2 September 2025 dì seluruh SMK yang berada dì bawah naungan MKKS OKU Timur.

BACA JUGA: Forkopimda OKU Timur Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

Hal ini menindaklanjuti surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, tentang koordinasi pelaksanaan pembelajaran terkait rencana unjuk rasa.

Ribut Beri Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih

 

Menindaklanjuti surat tugas tersebut, Drs Ribut yang juga selaku Kepala SMK Negeri 1 Martapura menyampaikan terima kasih, atas sinergi yang sudah terjalin.

Ia menyampaikan apresiasi kepada orang tua, wali siswa, dan guru. Karena telah menunjukkan kepedulian tinggi dengan mendampingi siswa agar tidak ikut aksi demonstrasi.

BACA JUGA: Festival Budaya, Ajang Pelestarian Identitas Lokal OKU Timur

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua dan guru. Dìmana telah menunjukkan perhatian, kepedulian, dan kerja sama luar biasa. Sehingga anak-anak tidak ikut dalam aksi demonstrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah preventif ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga keselamatan, kedisiplinan, dan masa depan generasi muda.

Selain itu, upaya ini juga memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) daring tetap berjalan lancar tanpa gangguan.

Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

 

Lebih lanjut, ia menilai partisipasi orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa.

BACA JUGA: Ratusan Pelajar Keracunan Massal, Program MBG Jadi Sorotan

Menurutnya, anak-anak harus dìdorong untuk menyampaikan aspirasi secara bijak, dengan cara yang aman, santun, dan sesuai usia. Serta tanggung jawab mereka sebagai pelajar.

“Semoga sinergi antara sekolah dan keluarga terus terjaga demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan berintegritas,” tambahnya. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.