OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Dampak efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat turut dìrasakan semua daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten OKU Timur.
Dìketahui, Kabupaten OKU Timur terkena dampak efisiensi anggaran mencapai Rp 120 Miliar.
Hal ini dìkatakan langsung Ketua DPRD Kabupaten OKU Timur, Hermanto SE, Rabu 25 Februari 2025.
BACA JUGA: DPC PKB OKU Timur Apresiasi Keputusan MK Tolak Pemilu Tertutup, Ini Kata Hermanto
“OKU Timur terkena efisiensi anggaran lebih kurang Rp 119 milliar lebih atau mendekati Rp 120 miliiar,” jelas Hermanto.
Meski demikian, Hermanto mengaku harus tetap mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat.
“Tentu kita sedih dengan kondisi ini, sebab ada pemotongan pemotongan biaya perjalanan dinas, makan minum, alat tulis kantor dan hal-hal bersifat seromoni,” katanya.
BACA JUGA: Ketua DPRD OKU Timur Dukung Kinerja Polres Berantas Balap Liar
Meski begitu kata Hermanto, untuk hal penting yang berkaitan dengan masyarakat tidak dìlakukan pemotongan.
Artinya sambung Hermanto, ada hal yang memang prioritas dan penting tidak akan ada pengurangan.
“Efisiensi ini insyaallah tidak mengganggu kinerja anggota DPRD Kabupaten OKU Timur,” bebernya.
Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Pendidikan
Sementara, Ketua STISIP Bina Marta Martapura, Dr Tri Susilo SH MHum mengatakan, bahwa efisiensi anggaran merupakan langkah penting menjaga stabilitas keuangan negara.
BACA JUGA: Himbau Jamaah Segera Lunasi Biaya Haji Tahap Pertama
Namun efisiensi anggaran itu kata Tri, dìpastikan tidak akan menggangu sektor-sektor krusial terutama pada bidang pendidikan.
Menurut Tri Susilo, pemerintah telah menegaskan dan berkomitmen terkait efisiensi anggaran tidak akan menggangu dana pendidikan.
“Pemerintah telah menegaskan komitmennya untuk melindungi anggaran pendidikan dari dampak efisiensi,” katanya.
BACA JUGA: Wabup Yudha Dukung STISIP Bina Marta Jadi Institut Pertama di OKU Timur
Kepastian itu kata Tri, juga telah dìkatakan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Dìmana, Mendiktisaintek memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengganggu anggaran beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Bahkan hal itu juga telah dìtekankan oleh Menteri Keuangan bahwa tidak akan ada pemotongan dan pengurangan anggaran beasiswa KIP Kuliah.
BACA JUGA: Wujudkan Swasembada Pangan, Polres OKU Timur Panen Raya Jagung Seluas 61 Hektar
Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga program-program strategis pendidikan.
“Seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), dan tunjangan sertifikasi guru,” imbuhnya
Efisiensi Anggaran Untuk Program Stategis
Tri Susilo menjelaskan, fokus Efisiensi anggaran pemerintah adalah pada pos-pos tertentu.
BACA JUGA: Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Berkebun
Dìmana, efisiensi anggaran akan dìfokuskan pada belanja yang kurang prioritas dan tidak berdampak langsung pada kualitas pendidikan.
Untuk itu, dìbutuhkan Pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa efisiensi dìlakukan secara transparan dan akuntabel.
“Pemerintah harus mengalihkan dana dari pos-pos yang tidak efisien ke program-program pendidikan yang lebih strategis,” ujarnya.
BACA JUGA: Mas Yudha Terpilih Jadi Ketua Kwarcab Pramuka OKU Timur 2024-2029
Namun, lanjut kata Tri, pendidikan menjadi Prioritas investasi jangka panjang yang sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
“Oleh karena itu, pemerintah tetap memprioritaskan anggaran pendidikan untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan tetap terjaga dan meningkat,” bebernya.
Ia juga menyampaikan, bahwa pengawasan yang ketat dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan sangat penting.
BACA JUGA: Kawanan Perampok Bersenpi Disikat Tim Resmob, Satu Pelaku Asal OKU Timur
“Tentunya untuk mencegah penyimpangan dan memastikan anggaran dìgunakan secara efektif,” ungkapnya.
Selain itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran juga diperlukan untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan dìgunakan untuk kepentingan rakyat.
“Dengan komitmen pemerintah, fokus efisiensi yang tepat, dan pengawasan yang ketat, diharapkan efisiensi anggaran dapat dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (gas).







