Dana Desa Gunung Sugih Anjlok 50 Persen, Pembangunan Fisik Terancam Mandek

oleh
Dana Desa Gunung Sugih Anjlok 50 Persen, Pembangunan Fisik Terancam Mandek
Kepala Desa Gunung Sugih OKU Timur, Sunarso SKom SH CMSP. Foto: dok/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Pemerintah Desa Gunung Sugih, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menghadapi tekanan berat pada tahun anggaran 2026.

 

 

Dana Desa (DD) yang dìterima tahun ini turun drastis (anjlok) hingga lebih dari 50 persen dìbandingkan tahun sebelumnya.

 

 

BACA JUGA: Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati OKU Timur, 800 Hektare Lahan Sengketa Tapal Batas dengan OKI

 

 

Kepala Desa Gunung Sugih, Sunarso, SKom, SH, CMSP, mengungkapkan bahwa pada 2025 lalu desanya menerima Dana Desa sekitar Rp600 juta hingga mendekati Rp700 juta.

 

 

Namun pada 2026, anggaran yang diterima hanya sekitar Rp250 juta. “Separuh lebih berkurang. Semuanya berkurang,” tegas Sunarso, Senin (16/2/2026).

 

 

Alokasi Nasional Berubah, Desa Ikut Terdampak

 

Penurunan Dana Desa tersebut tidak lepas dari kebijakan nasional tahun 2026 yang mengalokasikan total Rp60 triliun untuk Dana Desa.

 

 

Dari jumlah itu, Rp40 triliun dìarahkan untuk koperasi merah putih (KMP) dan Rp20 triliun untuk kebutuhan lainnya.

 

BACA JUGA: Sambut Ramadan, Warga Tekorejo Adakan Pengajian, M Irfanjid Sampaikan Permohonan Maaf

 

 

Perubahan skema alokasi ini berdampak langsung pada besaran dana yang dìterima desa-desa, termasuk Desa Gunung Sugih dì Kabupaten OKU Timur.

 

 

Akibatnya, sejumlah program yang telah dìrencanakan harus dìsesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.

 

 

Pembangunan Fisik Paling Terdampak
Sunarso mengakui, sektor pembangunan fisik menjadi yang paling merasakan dampak pengurangan anggaran tersebut.

 

 

Infrastruktur desa yang membutuhkan biaya besar kini harus dìprioritaskan secara ketat.

 

BACA JUGA: Nasib Pilu Bocah Miskin di OKU Timur, Alami Pengapuran Tulang Keluarga Bingung Biaya Berobat

 

 

“Karena DD berkurang, fisik pasti berkurang. Bimtek juga sudah tidak ada lagi secara aturan. Mayoritas yang berkurang itu fisik,” jelasnya.

 

 

Pembangunan jalan desa, drainase, dan fasilitas umum lainnya berpotensi tertunda jika tidak ada tambahan sumber pendanaan.

 

 

Strategi Bertahan: Ajukan Proposal dan Perkuat Gotong Royong

 

 

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Gunung Sugih tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis dìtempuh agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran terbatas.

 

 

Sunarso menegaskan, pihaknya akan aktif mengajukan proposal bantuan ke pemerintah kabupaten maupun provinsi.

 

 

Selain itu, semangat gotong royong masyarakat kembali dìgalakkan untuk mendukung pembangunan skala kecil.

 

BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib

 

 

“Sejak awal saya kembali ke kampung halaman untuk membangun desa. Ada Dana Desa ataupun tidak ada, kita tetap harus semangat dan terus berinovasi,” ujarnya.

 

 

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar roda pembangunan tetap bergerak meski Dana Desa menurun tajam.

 

 

Kades Gunung Sugih Harapan Kebijakan Lebih Stabil

 

 

Sunarso berharap ke depan kebijakan Dana Desa dapat lebih stabil dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan yang berdampak pada perencanaan pembangunan desa.

 

 

“Jika Dana Desa hanya jadi polemik terus-menerus, lebih baik kabupaten, provinsi sampai pusat yang membangun desa. Desa cukup mengusulkan,” katanya.

 

BACA JUGA: Jakor Sumsel Soroti Anggaran Ventilator RSUD Martapura Nyaris Rp1,3 Miliar, Direktur Bungkam

 

 

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Gunung Sugih menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

 

 

Serta tetap menjaga keberlanjutan pembangunan dì desa dengan kolaborasi melibatkan pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat. (gas).

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.