OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Dìduga telah melakukan pencàbùlàn terhadap seorang bocah SD inisial R (7) sebanyak tiga kali.
Pria pemilik warung HR (76), warga Desa Marga Cinta, Kecamatan Belitang Madang Raya (BMR) dìciduk unit PPA Polres OKU Timur.
HR dìtangkap tanpa perlawanan saat berada dì kediamannya pada, Kamis 16 Maret 2023, sekira pukul 13.00 Wib.
Penangkapan terhadap HR berdasarkan Laporan Polisi, nomor : LP – B / 24 / III / 2023 / SPKT / POLRES OGAN KOMERING ULU TIMUR / POLDA SUMATERA SELATAN, Tanggal 09 Maret 2023.
Informasi dari pihak kepolisian, tindak pidana pencàbùlàn anak dìbawah umur ini terjadi pada Rabu (08/03/2023) lalu sekitar pukul 10.30 Wib.
Saat itu, korban R dìsuruh ibunya untuk berbelanja dì warung milik pelaku HR. Sesampai dì warung tersebut, pelaku yang sedang berdiri langsung mendekati korban.
Bahkan, pelaku langsung mengajak korban masuk ke dalam warung. Saat itu pelaku langsung melakukan pènc4bulàn terhadap korban.
“Pelaku ini dìduga telah melakukan pècàbul4n terhadap korban tersebut sebanyak 3 (tiga) kali,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono, melalui Kasi Humas AKP H Edi Arianto, Jumat (17/3/2023).
Atas kejadian tersebut, ibu korban yakni Indri langsung melaporkan hal ini ke Mapolres OKU Timur, untuk dìtindak lanjuti.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit IV PPA Polres OKU Timur bersama anggota langsung melakukan penangkapan terhadap pèlaku.
“Pelaku berhasil dìtangkap tanpa perlawanan dì kediamannya, Kamis (16/3/2023) sekira pukul 13.00 Wib. Kemudian langsung dìbawa ke Polres OKU Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Adapun barang bukti yang berhasil dìamankan berupa, 1 (satu) helai celana panjang warna pink dan 1 (satu) helai celana dàlam warna pink.
1 (satu) helai celana pendek warna kuning, 1 (satu) helai celana dàlam warna putih. 1 (satu) helai celana pendek warna kuning dan 1 (satu) helai celana dalam warna pink.
Atas ulahnya, pelaku akan dìkenakan Pasal 82 Ayat 1, Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016.
Tentang perubahan kedua atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002, tentang Pelindungan Anak.
“Sesuai dengan pasal 82 ayat 1, jika terbukti bersalah pelaku terancam dìkenakan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (rel/gas).







