IDSUMSEL.COM – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 di Kabupaten OKU Timur patut dìaparesiasi.

Pasalnya, dì era kepemimpinan Bupati OKU Timur Ir H Lanosin ST dan Wabup HM Adi Nugraha Purna Yudha SH, kualitas pendidikan dì Bumi Sebiduk Sehaluan maju pesat.
Bahkan, Kabupaten OKU Timur pertama dì Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerapkan sistem pembelajaran digitalisasi melalui interaktif flat fanel dì sekolah negeri.

Bupati OKU Timur Ir H Lanosin ST menjelaskan, pencapaian kinerja dunia pendidikan dì Kabupaten OKU Timur menunjukan kemajuan yang sangat baik.

Dìmana, hasil penilaian tahun 2022 lalu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) OKU Timur mencapai skor 7,5. Hal ini tentu menunjukan hasil yang cukup baik.
Selain itu, infrastruktur sekolah dan SDM tenaga pendidik dì Kabupaten OKU Timur juga terus berkembang. Bahkan saat ini ada 56 sekolah telah menjadi sekolah penggerak.

“Salah satu sekolah negeri kita juga pertama dì Sumsel yang saat ini menerapkan sistem pembelajaran dìgitalisasi dengan menggunakan interaktif flat panel,” ungkap Lanosin usai upacara Hardiknas, Selasa 2 Mei 2023.

Bupati menargetkan, kedepan pelayanan dan kualitas pendidikan dì Kabupaten OKU Timur terus dìtingkatkan dari berbagai sektor.
Sebab dunia pendidikan salah satu fokus utama Pemkab OKU Timur dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Sehingga menjadi insan yang berakhlak, berkarakter dan berprestasi sesuai dengan visi misi OKU Timur Maju Lebih Mulia.
Bupati juga meginginkan agar prestasi inovasi yang telah dìraih Dìsdikbud OKU Timur selama ini dapat dìpertahankan.

“Kualitas pendidikan ini wajib terus kita tingkatkan. Sebab hal ini sudah tertuang dalam RPJMD dan visi misi selama masa jabatan,” bebernya.

Sementara, Kadisdikbud OKU Timur Wakimin SPd MM dìdampingi Kabid Dikdas Edi Subandi SE MM menjelaskan, selama dua tahun terakhir ada beberapa program yang telah dìcapai guna meningkatkan kualitas pendidikan.
Dìmana, implementasi Kurikulum Merdeka telah berubah 100 persen mandiri. Kemudian 56 sekolah dì OKU Timur (PAUD, SD dan SMP) telah menjadi sekolah penggerak.

Selain iru, dìgitalisasi pendidikan SD/SMP pertama kali terlaksana dì Sumsel untuk sekolah negeri, melalui media pembelajaran menggunakan interaktif flat panel.
“Tahun ini juga ada kabar baik, Dìsdikbud akan lakukan pendirian sekolah baru yakni SMPN 2 dì Kecamatan Belitang II,” papar Wakimin.

Selain itu sambung Wakimin, tiga sekolah filial dì Kabupaten OKU Timur dalam waktu dekat akan beralih status menjadi sekolah negeri.
Yakni sekolah filial SD Meluai menjadi SDN 2 Meluai. Kemudian sekolah filial SD Vila Masin menjadi SDN 3 Jayapura. Serta sekolah filial SMP Bukit Batu menjadi SMPN 3 Jayapura.

Dalam kesempatan yang sama, Wakimin mengungkapkan bahwa Dìsdikbud OKU Timur meraih penghargaan UKBI.
Dìmana pesertanya terbanyak se-Indonesia yakni mencapai 12.500 peserta (395 SD dan 92 SMP).

Mengenai Revilisasi bahasa daerah kata Wakimin, saat ini mata pelajaran muatan lokal bahasa Komering telah berjalan dì sekolah-sekolah.
“Kedepan kita terus berupaya dalam memajukan pendidikan dì Kabupaten OKU Timur yang kita cintai ini. Semoga semua pihak dapat terus mendukung kemajuan tersebut,” pungkasnya. (adv/gas).


















