OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Polemik proyek pembangunan talud penahan arus Sungai Komering dì Desa Sabah Lioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, kian memanas.
Setelah mendapat sorotan dari masyarakat dan aparat kepolisian, kini Komisi II DPRD OKU Timur turut angkat bicara dan menyatakan akan segera turun ke lapangan.
BACA JUGA: Penggerebekan Sarang Narkoba di Desa Bantan OKU Timur, Lima Tersangka Diringkus
Ketua Komisi II DPRD OKU Timur, Andi Saiban Hidayat, mengaku geram atas dugaan proyek bernilai Rp15 miliar yang dìkerjakan tidak sesuai standar tersebut.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal dìam dan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi terhadap kondisi bangunan secara nyata.
BACA JUGA: Proyek Talud Rp15 Miliar di OKU Timur Diduga Asal Jadi, Warga: Bisa Rontok Pakai Tangan
“Bila dì lapangan terbukti pembangunan proyek tersebut buruk sesuai dengan informasi yang beredar, kami akan memanggil pihak BPBD OKU Timur, kontraktor pelaksana, pengawas, hingga PPK,” tegas Andi.
Panggil Mantan Kepala BPBD
Tak hanya itu, DPRD juga berencana memanggil mantan Kepala BPBD OKU Timur, Mgs Habibulah, karena proyek tersebut dìlaksanakan saat yang bersangkutan masih menjabat.
“Kita juga akan panggil Pak Habib, sebab proyek itu berjalan sebelum beliau pensiun,” tambahnya.
BACA JUGA: Ringkus Bandar Narkotika di Belitang, Polres OKU Timur Sita 47 Paket Sabu
Sebelumnya, proyek talud sepanjang kurang lebih 300 meter yang bersumber dari APBN tahun 2025 melalui BNPB ini menjadi sorotan warga.
Mereka menilai konstruksi bangunan sangat buruk dan dikerjakan asal jadi.
Warga mengungkapkan, pemasangan batu pada talud diduga tidak menggunakan semen secara maksimal.
Bahkan, bagian dalam bangunan dìsebut hanya berupa susunan batu yang dìtimbun tanah tanpa penguatan yang memadai.
BACA JUGA: Tanggapi Proyek Talud Rp 15 Miliar Asal Jadi, Kapolres OKU Timur Segera Turunkan Tim
Selain itu, kualitas tiang cor juga dinilai lemah karena campuran material seperti semen dan pasir tidak sesuai standar.
“Kondisi tersebut membuat struktur mudah rapuh dan berpotensi membahayakan. Ini jelas tidak sesuai,” kata Hamid salah satu warga setempat.
Koordinasi BPK Terkait Hasil Audit
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, sebelumnya telah menyatakan akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan.
BACA JUGA: Tim Gabungan Polres OKU Timur Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita Asal Lampung
Bahkan, Kapolres mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna menelaah hasil audit proyek.
“Informasi terakhir masih dalam pemeriksaan BPK. Kami akan meminta hasil auditnya untuk dìlakukan telaah lebih lanjut,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, membenarkan bahwa proyek tersebut bersumber dari APBN.
BACA JUGA: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Desa Gunung Terang, Korban Sempat Sebut Nama Pelaku
Namun ia belum dapat memberikan keterangan detail karena proyek berada pada periode pimpinan sebelumnya.
“Untuk detailnya kami perlu konfirmasi lebih lanjut. Karena kegiatan itu berlangsung pada periode pimpinan sebelumnya,” jelasnya.
Kasus ini, kini menjadi perhatian luas karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar.
BACA JUGA: Jalan Berlubang di OKU Timur Memakan Korban, Ibu Muda dan Balita Tewas Kecelakaan
Serta kualitas pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat dì sekitar aliran Sungai Komering.
Dengan rencana turunnya DPRD ke lapangan, masyarakat berharap dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut dapat dìusut secara transparan dan tuntas. (gas).







