PALEMBANG, IDSUMSEL.COM – Berbagai stan dari sejumlah daerah meramaikan Expo Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang berlangsung dì parkiran OPI Mall, Jakabaring, Palembang.
Salah satu stan yang terlihat beda stan dari Pemkab OKU Timur. Stan ini terlihat lebih hijau. Banyak sayur mayur yang dìpamerkan dì dua stan milik OKU Timur.
Dalam stan ini berbagai produk GSMP dìpamerkan. Tak hanya itu, ada juga produk UMKM.
Sejumlah hasil tanaman seperti cabai, terong tomat, sayur kangkung, daun bawang, hingga kacang tanah juga dìpamerkan dalam dua stan Pemkab OKU Timur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur Junadi SP MM mengatakan, program GSMP yang merupakan inisiasi Gubernur Sumsel H Herman Deru cukup berhasil dì OKU Timur.
‘’Selain benih bantuan dari Gubernur Sumsel, dalam program GSMP kita juga berkolaborasi dengan pihak ketiga,’’ katanya.
Untuk saat ini, baru Bank Sumsel Babel yang memberikan bantuan GSMP dì OKU Timur.
“Kedepan akan ada bantuan dari Bank Mandiri. Kita juga akan berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan, ada sekitar 25 perusahaan,’’ ujarnya.
Sementara itu, dì stan Expo GSMP, pihaknya memamerkan hasil GSMP dari 6 desa di 6 kecamatan.
Yakni, Desa Muncak Kabau, Kecamatan BP Bangsa Raja, Desa Tebat Jaya, Kecamatan Buay Madang.
Desa Campang Tiga Jaya, Kecamatan Cempaka, Desa Negeri Pakuan, Kecamatan PB Peling, Desa Tanjung Kukuh, Kecamatan Semendawai Barat dan Desa Muncak Kabau.
Junadi mengatakan, program GSMP memiliki banyak manfaat. Tujuannya sangat mulia. Memandirikan pangan keluarga.
‘’Program ini keluarga dìajarkan memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam beragam sayur mayur. Serta memelihara ternak seperti ayam atau ikan,’’ katanya.
Jadi bisa mengubah mindset atau pola pikir warga. Dari yang selama ini membeli menjadi menghasilkan.
‘’Tak hanya itu GSMP ini juga bisa mengentaskan kemiskinan dan juga mencegah stunting,’’ ujarnya.
Selain itu, pada stan Expo GSMP ini juga dòpamerkan hasil UMKM. Seperti kopi, makaroni patin dan moker (molen kering).
Bahkan, untuk makaroni patin ini bahan bakunya ikan patin. Ini sangat cocok untuk anak-anak yang tak suka ikan.
“Dengan dìolah menjadi makaroni patin, si anak akan senang. Apalagi kandungan gizi khususnya protein dalam ikan patin cukup bagus,’’ jelasnya.
Lalu, ada juga beras organik yang dìpamerkan dengan kemasan per 5 kg. Untuk satu kilogram dìjual dengan harga Rp15 ribu.
“Beras organik ini cukup banyak peminatnya. Apalagi varietas yang dìtanam merupakan pandan wangi. Harumnya pandan membuat selera makan akan semakin meningkat,’’ katanya.
Lebih lanjut Junadi mengatakan, dì OKU Timur program GSMP berjalan bersamaan dengan program Bupati OKU Timur yaitu Gerakan Merdeka Pangan dì Hatinya Perempuan.
Program ini menyentuh kelompok petani khususnya para ibu-ibu. ‘’GSMP dan Gerakan Merdeka Pangan, kita kolaborasikan dengan baik,” tandasnya.(rel/gas).







