Kesantunan di Era Digital

oleh

Oleh: Ani Lestari, SPd
Tenaga Pendidik di SMP Negeri 36  Ogan Komering Ulu

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh pintar, memiliki sopan santun, dapat berkomunikasi dengan baik, dan menunjukkan sikap menghargai kepada semua orang.

Namun, budi pekerti atau tata krama baik tidak bisa muncul begitu saja. Anak perlu mendapat pengajaran bagaimana bersikap sopan dan santun. Apakah akan sulit mengajarkannya di era saat ini.

Mengingat anak-anak dapat mempelajari apa saja melalui gadget masa kini.
Tidak dipungkiri, era digital membawa perubahan begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.

Termasuk, dampak terhadap transformasi nilai-nilai di masyarakat. Khususnya budaya Timur seperti Indonesia. Menjadi orang tua di era digital memang membawa tantangan sendiri.

Pola asuh dan penanaman nilai-nilai sopan santun menjadi challenging. Bagaimana mengajarkan anak sopan santun dan etika, agar tidak terkikis zaman? Mulailah segera setelah anak lahir.

Sikap sopan santun anak hanya sebuah pola meniru apa yang dilakukan orang tua. Ini wajar karena anak masih berpikir konseptis. Namun, semakin besar dia akan menyadari sopan santun sangat penting.

Tidak hanya bagi orang lain, tetapi juga dirinya. Kesantunan biasanya akan membuat orang disenangi di lingkungannya.
Memang, tidak mudah menerapkannya.

Tetapi, jika orang tua berhasil mengajarkan sopan santun, si kecil akan tumbuh menjadi seseorang yang berperilaku baik di sepanjang hidupnya.

Meskipun, tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan di luar rumah juga memiliki peran sangat besar pada pembentukan perilaku ini.

Dengan membekali pengetahuan bagaimana bersikap santun, pada akhirnya anak akan kembali pada pendidikan yang diberikan orang tuanya.

Menjadi contoh dan teladan di rumah. Pendidikan paling efektif adalah dengan contoh dan teladan di rumah. Sejak kecil ajarkan bersikap sopan santun.

Tanpa berkata-kata pun mereka melihat bagaimana kita seharusnya berlaku. Seiring perkembangan teknologi dan perkebangan jaman yang tak terbendung membawa pengaruh negatif dan positif bagi Indonesia.

Bak mata pisau jika kita mampu menggunakannya dengan bijaksana maka akan membawa kita pada kebaikan dan kemanfaatan, begitupula sebaliknya jika tak mampu menggunakannya maka akan membawa bencana.

Pengaruh perkembangan jaman disatu sisi kita rasakan manfaatnya namun disisi lain juga akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan kita.

Salah satu hal yang kini memperihatinkan adalah tata krama. Seiring perkembangan jaman kian terkikis sedikit demi sedikit dan kinipun tata krama seolah semakin hilang dari peradaban bangsa Indonesia.

Hal yang membahayakan bangsa adalah hilangnya tata krama generasi muda penerus bangsa. Banyak generasi muda yang tak lagi mengenal tatakrama bahkan justru meniru budaya asing yang jauh dari tata krama yang arif.

Hilangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua kian lama kian hilang. Bahkan banyak generasi muda yang tak mengetahui mengenai tata krama bergaul dengan orang yang lebih tua sehingga saat bersikap dan bertutur kata seenaknya sendiri bahkan jauh dari kesan rasa hormat.

Dalam hal gaya berpakaian pun kini semakin parah, tak sedikit generasi muda saat ini justru mengumbar anggota tubuhnya agar terlihat lebih seksi dan menonjol.

Putusnya urat malu
Kini rasa malu kian menghilang, banyak kita temui orang berbuat tidak senonoh disembarang tempat seolah tak ada makhluk lain disekitarnya.

Kini berciuman dan berpelukan didepan umum antara laki-laki dan prempuan menjadi pemandangan yang biasa tanpa ada rasa malu sedikitpun.

Rusaknya gaya bahasa
Saat ini banyak sekali ditemu bahasa yang aneh, orang menyebutnya bahasa gaul atau bahasa alay. Bahasa tersebut justru merusak bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan Indonesia.

Yang lebih parah lagi orang sekarang lebih suka menggunakan bahasa alay tersebut dalam bahasa kesehariannya agar terkesan gaul dan tak ketinggalan jaman.

Beberapa hal diatas hanya contoh kecil terkikisnya tata krama luhur bangsa Indonesia. Jika hal ini dibiarkan dan terus berkembang maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang mengambang.

Karena tak miliki jati diri dalam pergaulan dan selanjutnya tata krama akan terkubur oleh gerusan perkembangan jaman?.

No More Posts Available.

No more pages to load.