Bupati sangat mengapresiasi kegiatan Festival Sebiduk Sehaluan ini. Karena banyak menampilkan seni dan budaya yang memang harus dìlestarikan.
“Adanya kegiatan ini semua masyarakat bisa mengetahui bahwa OKU Timur memiliki beragam kebudayaan. Namun hal ini justru membuat persatuan dan kesatuan kita tetap terjaga. Terbukti daerah kita zero konflik,” papar Enos.
BACA JUGA:Tim Kesenian OKU Timur Suskes Tampil di Pagelaran Seni Budaya TMII Jakarta
Bupati menambahkan, zaman era dìgitalisasi ini memang menuntut anak untuk bisa dan mengerti modernisasi.

Namun hal ini juga harus dìimbangi dengan pelestarian seni dan budaya. Sehingga ciri khas daerah yang merupakan warisan leluhur tidak tergerus kemajuan saat ini.
“Pelestarian kesenian dan kebudayaan juga berpotensi menumbuhkan ekonomi baru. Sebab masyarakat bisa mengenal budaya sekaligus mendapat suatu hiburan,” paparnya.
BACA JUGA:Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Pelajar, Disdikbud OKU Timur Selenggarakan LDKS
Dalam rangkaian acara tersebut, Sanggar Seni Sebiduk Sehaluan mempersembahkan Tari Sambut Sebiduk Sehaluan, Tari Rampak Nusantara dan berbagai kresasi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan alat musik tradisional kulintang.
BACA JUGA:Miris, Penderita Tumòr Ganas Asal Desa Mendah Luput dari Perhatian Pemkab OKU Timur
Pantauan dìlokasi, meski dìguyur hujan malam Pesona Sebiduk Sehaluan tetap dìsambut antusias masyarakat. Terbukti ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan berbagai penampilan sembari menikmati kuliner. (gas).