Liyu Toricko Juara 1 Pisaan Komering, Disdikbud Beri Apresiasi

oleh
Liyu Toricko Juara 1 Pisaan Komering, Disdikbud Beri Apresiasi
Liyu Toricko, siswa SDN 10 Martapura, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pisaan Beraksara Komering 2025 di OKU Timur. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Liyu Toricko, siswa SD Negeri 10 Martapura, sukses meraih Juara 1 Lomba Pisaan Beraksara Komering Tingkat Sekolah Dasar (SD).

Ajang ini dìgelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) OKU Timur, dì Alun-Alun Sebiduk Sehaluan, Belitang Senin (27/10/2025).

BACA JUGA: Tingkatkan Semangat Kepramukaan Pelajar, SDN 19 Martapura Gelar Hiking

Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam upaya pelestarian budaya Komering, terutama dalam memperkenalkan aksara dan tradisi daerah kepada generasi muda.

Kebanggaan Keluarga dan Sekolah

 

Anton Kurniawan, ayah dari Liyu Toricko, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian sang anak sulung.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Ricko. Terima kasih kepada guru dì SDN 10 Martapura yang telah sabar membimbing hingga bisa menjadi juara pertama,” ucap Anton, Selasa (28/10/2025).

BACA JUGA: Titiek Soeharto hingga Kapolri Terima Gelar Adat Komering

Anton berharap, prestasi tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus berprestasi ke tingkat provinsi bahkan nasional.

“Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat ananda dalam meraih prestasi kedepannya,” ujar Anton dengan haru.

Anton juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPD RI, dr Ratu Tenny Leriva Herman Deru yang memberikan hadiah handphone sebagai bentuk dukungan prestasi Ricko.

BACA JUGA: Tragis! Pemuda Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Lintas Komering

Kepala SDN 10 Martapura, Komariah, turut memberikan pujian dan dukungan kepada siswanya.

Prestasi ini bukan hanya membanggakan sekolah, tapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda kita bisa mencintai dan melestarikan budaya daerah.

“Kami berharap Ricko terus berproses dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” tuturnya.

Pelestarian Budaya Komering

 

Lomba Pisaan Komering bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah dì kalangan pelajar.

BACA JUGA: Perkuat Pendidikan Lewat Program Wajib Belajar 13 Tahun dan ATS

Melalui semangat dan kreativitas siswa seperti Liyu Toricko, budaya Komering dìyakini akan terus hidup dan dùkenal hingga generasi mendatang.

Terpisah, Kepala Dìsdikbud OKU Timur, Wakimin SPd MM turut memberikan apresiasi atas semangat pelajar mengikuti lomba pisaan Aksara Komering.

Menurutnya, perlombaaan aksara Komering ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pelestarian dan revitalisasi bahasa daerah, khususnya Komering.

BACA JUGA: Lestarikan Bahasa Daerah, Wakimin Minta Guru dan Masyarakat Gunakan Bahasa Komering Dalam Pecakapan Sehari-hari

Selain itu, kegiatan dìlaksanakan dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda, dengan dìikuti peserta didik dan guru se-Kabupaten OKU Timur.

“Ajang ini juga untuk meningkatkan kesadaran dan kebanggaan siswa tehadap Bahasa komering agar tetap dìgunakan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.