“Masalah kinerja Damkar ini sudah jadi catatan kita. Kedepan Sat Pol PP dan Damkar akan kembali kita rombak dan pisah jadi dua badan,” ungkap Bupati.
Sementara, Ketua Komisi 1 DPRD OKU Timur Warsito SAP juga mempertanyakan kinerja Sat Pol PP dan Damkar OKU Timur.
Hal ini lantaran bebarapa kali agenda rapat Paripurna DPRD OKU Timur bersama mitra kerja, Kasat Pol PP dan Damkar OKU Timur Vikron Usman selalu berwakil.
“Kinerja Sat Pol PP dan Damkar ini jelas kita pertanyakan, mau seperti apa??. Sebab sejauh ini komunikasi Kasat Pol PP dan Damkar terhadap kita juga tidak ada,” jelas Warsito.
Menanggapi terkait mobil Damkar mangkrak dan terkesan tidak dìrawat, Warsito mengatakan laporan mobil itu rusak sudah dari tahun kemarin.
Pertanyaannya kenapa belum dìperbaiki?. Jika memang terkendala anggaran untuk memperbaiki, kenapa Sat Pol Pp dan Damkar tidak mengusulkan anggaran perbaikan.
“Inilah pentingnya komunikasi. Selama ini tidak ada, saat rapat selalu berwakil dengan berbagai alasan. Mobil damkar ini sangat urgen untuk antisipasi kebakaran. Apalagi saat ini OKU Timur memasuki musim kemarau,” tegas Warsito.
Dalam waktu dekat, Komisi 1 DPRD OKU Timur akan melayangkan surat pemanggilan terhadap Kasat Pol Pp dan Damkar OKU Timur.
“Kita akan mempertanyakan kejelasan mobil Damkar yang mangkrak tersebut. Serta sejauh mana progres kinerja yang ada dì Sat Pol PP dan Damkar,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Warsito juga menyarankan agar mitra kerja pembantu Bupati untuk dìevaluasi. Sehingga bisa lebih baik.
“Bagaimana Pemkab OKU Timur dalam hal ini Bupati bisa membangun dan mewujudkan visi misi dengan baik. Jika kinerja pembantunya buruk dan tidak baik. Ini harus segera dìevaluasi,” pungkasnya. (gas).