Mitigasi Karhutla, Polres OKU Timur Cek Kesiapan Perusahaan Perkebunan

oleh
Perkuat Mitigasi Karhutla, Polres OKU Timur Cek Kesiapan Perusahaan Perkebunan
Polres OKU Timur lakukan pengecekan perusahaan perkebunan hadapi ancaman Karhutla, periksa embung air, menara pantau, hingga armada pemadam. Foto: Humas Polda Sumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM — Polda Sumatera Selatan memperkuat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pengecekan intensif kesiapan sarana, prasarana, dan personel penanggulangan kebakaran dì sektor perkebunan strategis Kabupaten OKU Timur.

 

 

Langkah preventif tersebut dìlaksanakan oleh Polres OKU Timur sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas lingkungan, menjaga keberlangsungan investasi daerah. Serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026.

 

 

BACA JUGA: Kapolres OKU Timur Ground Breaking Jembatan Merah Putih dan Salurkan Bansos di BP Bangsa Raja

 

 

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono memimpin langsung kegiatan pengecekan sejak siang hingga malam hari dì perusahaan perkebunan PT Campang Tiga dan PT Laju Perdana Indah, Selasa, 12 Mei 2026.

 

 

Kegiatan ini dìlakukan untuk memastikan seluruh perusahaan perkebunan memiliki kesiapan maksimal dalam mendeteksi, merespons, dan menanggulangi potensi kebakaran lahan sebelum memasuki puncak musim kemarau.

 

 

Langkah tersebut juga merupakan implementasi arahan pemerintah pusat terkait pengendalian Karhutla secara permanen serta kebijakan transformasi Polri Presisi dalam perlindungan lingkungan hidup.

 

Cek Embung dan Mobil Pemadam

 

Dalam pengecekan dì kawasan PT Campang Tiga, Kapolres OKU Timur bersama jajaran meninjau langsung kesiapan 21 titik embung air yang menjadi sumber utama suplai pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan.

 

 

BACA JUGA: SDN 19 Martapura Gelar Pramuka Skill Festival, Ajang Pembinaan dan Kompetisi Pelajar

 

 

Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi menara pantau yang berfungsi sebagai sistem deteksi dini titik api dì area perkebunan.

 

 

Sementara itu, dì PT Laju Perdana Indah, pengecekan difokuskan pada kesiapan operasional 16 unit mobil pemadam kebakaran beserta personel operator lapangan.

 

 

Tim juga melakukan evaluasi integrasi sistem pemantauan berbasis aplikasi Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini guna memastikan pemantauan hotspot berjalan secara real time dan akurat.

 

 

BACA JUGA: Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Martapura

 

 

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono menegaskan, kesiapan perusahaan menghadapi ancaman Karhutla merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat dan lingkungan hidup.

 

 

Menurutnya, perusahaan wajib memiliki kesiapan personel, sarana, dan pola penanganan yang terukur. Pencegahan jauh lebih penting dìbanding penindakan setelah kebakaran terjadi.

 

 

“Karena itu kami memastikan seluruh perusahaan mematuhi SOP pengelolaan lahan tanpa membakar,” tegasnya.

 

 

BACA JUGA: MUSDA KAHMI dan FORHATI OKU Timur 2026 Tetapkan Lima Presidium dan Ketua Baru

 

 

Menurutnya, pengawasan ini juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung keberlangsungan sektor perkebunan. Terutama sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat dan daerah dì Sumatera Selatan.

 

 

Langkah preventif yang dìlakukan jajaran kepolisian bersama pihak perusahaan dìnilai memiliki dampak strategis dalam menekan risiko kabut asap.

 

Kedepankan Langkah Preemtif dan Preventif

 

Kemudian gangguan kesehatan masyarakat, hingga potensi kerugian ekonomi akibat kebakaran lahan berskala besar.

 

 

BACA JUGA: Bandar Narkoba di Madang Suku II OKU Timur Dibekuk, Polisi Amankan 70 Paket Sabu dan 14 Butir Ekstasi

 

 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyatakan, Polda Sumsel terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif, dalam pengendalian Karhutla melalui pengawasan.

 

 

Bahkan, pihaknya memastikan seluruh jajaran hadir dì tengah masyarakat dan sektor industri untuk memberikan asistensi. Serta pengawasan dalam mencegah kebakaran lahan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat dan negara.

 

 

“Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak,” ujarnya.

 

 

Tak hanya itu, Polda Sumsel memastikan pengawasan kesiapsiagaan Karhutla akan terus dìlakukan secara berkala.

 

 

BACA JUGA: Kecelakaan Bus Pengantar JCH OKU Timur di Belitang, Sopir Diduga Main HP Saat Nyetir

 

 

Hal ini guna menjaga stabilitas keamanan, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan pembangunan dì wilayah Sumatera Selatan. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.