OKU SATU, IDSUMSEL.COM – Pelaku penganiayaan hingga berujung hilangnya nyawa seorang balita berusia 1,3 tahun terungkap.
Jenazah balita bernama Reza yang di temukan di bawah pondok kebun Desa Tanjung Tebat Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan.
BACA JUGA:Kisah Devi Rianti Anak Tukang Tampal Ban, Empat Tahun Jadi Guru Honorer Dilantik ASN PPPK
Ternyata korban sengaja di habisi kakek tirinya sendiri yakni Akowin Sastra Wijaya.
Pria berusia 24 tahun, tak ubahnya seperti pembun*h berdar*ah dingin. Sebab, yang di habisinya adalah balita yang tak berdosa.
Terungkapnya pmbunuh*an tersebut, setelah unit serse Polres Oku Selatan berhasil meringkus pelaku.
BACA JUGA:Pelaku Pembùnuhàn Balita di OKU Selatan Dìtangkap Polisi, Diduga Hendak Kabur ke Pulau Jawa
Ia dìtangkap saat berada dì Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, sekitar pukul 08.00 wib.
Saat itu pelaku sedang menghadang mobil hendak kabur ke pulau Jawa
Dari pengakuan tersangka kepada polisi, ia tega mengh*bisi nyaw* cucunya dengan batang kayu kopi.
Bahkan, pelaku tega menc*kik, dan memb*kap mulut korban hingga korban tak bisa bern*fas.
BACA JUGA: Bèj4àt, Kakek dì OKU Selatan Ini Tega Wik-Wik Anak Kandung Hingga Tiga Kali
Setelah itu, pelaku meninggalkan korban yang sudah tak bernyaw* dì bawah pondok kebun dì Desa Tanjung Tebat.
Kapolres Oku Selatan AKBP Listiyono Dwi Nugroho mengatakan, upaya pencarian pelaku membuahkan hasil pada Rabu 13 September 2023.
“Pelaku dì temukan dì Banding Agung. Penangkapan di lakukan Satreskrim dan anggota Polsek Muaradua Kisam, ” ujarnya.
BACA JUGA: Càbùlì Anak Tiri dan Gelapkan Barang Berharga Istri, APJ Dìtangkap Satreskrim Polres OKU Selatan
Dari keterangan tersangka dì ketahui, aksi gilanya itu, dì duga karena dendam dengan orang tua korban, yang kerap minta nafkah kepada tersangka.
Tersangka ini kini dì tahan dì Polres Oku Selatan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara.
Tertangkapnya pelaku, karena kecurigaan petugas. Karena sebelum berakhirnya perjalanan balita berusia 1,3 tahun itu, Ia yang terakhir bersamanya.
Tersangka sebelumnya tidak ada niat untuk mengarah ke perbuatan yang tak manusiawi itu.
Awalnya ia, mengajak sang cucu keliling ke kebun menggunakan sepeda motor.
Sesampainya dì kebun, timbul rasa kesal terhadap orang tua korban, namun di lampiaskan ke korban.
Dari pengakuan tersangka, ia melakukan itu karena kesal kepada ayah korban, karena malas bekerja dan sering minta makan dengannya.
Untuk informasinya, kasus balita yang di temukan tak bernyawa di bawah pondok kebun dì Desa Tanjung Tebat Kecamatan Muaradua Kisam.
Kejadian ini sontak menghebohkan warga Oku Selatan, Selasa 12 September 2023. (Ant/okusatu).







