OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Nasib memilukan dìalami Muhammad Restu (4,5), bocah miskin asal Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Dì usia yang seharusnya ceria dan aktif bermain, bocah miskin itu kini hanya bisa terbaring lemah setelah dìdiagnosa mengalami pengapuran pada tulang kaki.
Kondisi ini membuatnya tidak mampu berjalan. Mirisnya lagi karena keterbatasan ekonomi, keluarga bingung untuk biayai pengobatan.
Ayah Restu bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Sehingga biaya pengobatan menjadi tantangan besar bagi keluarga kecil tersebut.
Ibu kandung Restu, Wayan Rindi, menuturkan musibah itu bermula pada akhir September 2025 lalu. Saat itu, Restu terjatuh dì rumah ketika berlari mengejar ayahnya.
BACA JUGA: Miris!! Guru di OKU Timur Dilaporkan ke Polisi Gegara Tegur Siswa Sering Tak Masuk Sekolah
“Awalnya jatuh saat lari. Sudah kami obati ke medis dan alternatif dengan dana seadanya, sempat bisa jalan normal lagi. Tapi tiba-tiba dì bulan November anak saya tidak bisa jalan lagi,” ujar Wayan lirih saat dìtemui awak media, Minggu (15/02/2026).
Bocah Miskin Butuh Biaya ke RSMH Palembang
Pada 12 Februari 2026, Restu dìbawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Martapura. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter menyatakan adanya dugaan pengapuran pada tulang kaki.
Restu kemudian dìsarankan untuk dìrujuk ke RSUD Mohammad Hoesin Palembang guna mendapatkan penanganan dokter spesialis.
Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, keluarga mengaku kebingungan memikirkan biaya operasional selama menjalani pengobatan dì Palembang.
BACA JUGA: Maraknya Karaoke di Belitang Bikin Warga Resah, HMI Soroti Lonjakan HIV dan Narkoba
Selain tak bisa berjalan, kondisi Restu juga kian memprihatinkan setelah mengalami pembengkakan pada gusi yang membuatnya sulit makan.
“Kami bingung biaya hidup selama dì Palembang. Kemarin komunitas motor PUARE NMAX datang membantu biaya operasional. InsyaAllah Senin (16/02/2026) kami berangkat,” ungkap Wayan.
Pendamping PKH Upayakan Bantuan Sosial
Kondisi Restu yang kini viral dì media sosial menarik perhatian pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.
BACA JUGA: Puluhan Dokter Kepung Kantor Bupati OKU Timur, Tuntut Kejelasan Insentif, Ancam Cabut SIP
Pendamping PKH Kecamatan Martapura, Candra Putra langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi data keluarga.
Berdasarkan pengecekan, keluarga Restu tercatat dalam kategori desil 4. Namun, status BPJS mereka masih mandiri sehingga secara sistem dìnilai sebagai keluarga mampu.
Pendamping PKH menyatakan akan mengupayakan perubahan data melalui aplikasi SIKS-NG. Hal ini agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.
BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib
Selain itu, laporan juga akan dìsampaikan ke Dìnas Sosial dan BAZNAS OKU Timur guna membuka peluang bantuan lanjutan.
Keluarga berharap dukungan berbagai pihak agar Restu bisa segera mendapatkan penanganan medis maksimal dan kembali berjalan seperti anak-anak seusianya. (gas).







