Nasib Pilu Bocah Miskin di OKU Timur, Alami Pengapuran Tulang Keluarga Bingung Biaya Berobat

oleh
Nasib Pilu Bocah Miskin di OKU Timur, Alami Pengapuran Tulang Keluarga Bingung Biaya Berobat
Muhammad Restu bocah miskin warga Desa Kotabaru Martapura, OKU Timur, alami pengapuran tulang hingga tak bisa berjalan. Keluarga bingung biayai pengobatan ke RSHM Palembang. Foto: Istimewa

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Nasib memilukan dìalami Muhammad Restu (4,5), bocah miskin asal Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

 

 

Dì usia yang seharusnya ceria dan aktif bermain, bocah miskin itu kini hanya bisa terbaring lemah setelah dìdiagnosa mengalami pengapuran pada tulang kaki.

 

 

BACA JUGA: Bocah 5 Tahun Tewas Jadi Korban Tabrak Lari dì Jalan Merdeka OKU Timur, Polisi Buru Mobil dan Pengemudi

 

 

 

Kondisi ini membuatnya tidak mampu berjalan. Mirisnya lagi karena keterbatasan ekonomi, keluarga bingung untuk biayai pengobatan.

 

Ayah Restu bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Sehingga biaya pengobatan menjadi tantangan besar bagi keluarga kecil tersebut.

 

 

Ibu kandung Restu, Wayan Rindi, menuturkan musibah itu bermula pada akhir September 2025 lalu. Saat itu, Restu terjatuh dì rumah ketika berlari mengejar ayahnya.

 

BACA JUGA: Miris!! Guru di OKU Timur Dilaporkan ke Polisi Gegara Tegur Siswa Sering Tak Masuk Sekolah

 

 

“Awalnya jatuh saat lari. Sudah kami obati ke medis dan alternatif dengan dana seadanya, sempat bisa jalan normal lagi. Tapi tiba-tiba dì bulan November anak saya tidak bisa jalan lagi,” ujar Wayan lirih saat dìtemui awak media, Minggu (15/02/2026).

 

Bocah Miskin Butuh Biaya ke RSMH Palembang

 

Pada 12 Februari 2026, Restu dìbawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Martapura. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter menyatakan adanya dugaan pengapuran pada tulang kaki.

 

Restu kemudian dìsarankan untuk dìrujuk ke RSUD Mohammad Hoesin Palembang guna mendapatkan penanganan dokter spesialis.

 

Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, keluarga mengaku kebingungan memikirkan biaya operasional selama menjalani pengobatan dì Palembang.

 

BACA JUGA: Maraknya Karaoke di Belitang Bikin Warga Resah, HMI Soroti Lonjakan HIV dan Narkoba

 

 

Selain tak bisa berjalan, kondisi Restu juga kian memprihatinkan setelah mengalami pembengkakan pada gusi yang membuatnya sulit makan.

 

“Kami bingung biaya hidup selama dì Palembang. Kemarin komunitas motor PUARE NMAX datang membantu biaya operasional. InsyaAllah Senin (16/02/2026) kami berangkat,” ungkap Wayan.

Pendamping PKH Upayakan Bantuan Sosial

 

Kondisi Restu yang kini viral dì media sosial menarik perhatian pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

 

BACA JUGA: Puluhan Dokter Kepung Kantor Bupati OKU Timur, Tuntut Kejelasan Insentif, Ancam Cabut SIP

 

 

Pendamping PKH Kecamatan Martapura, Candra Putra langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi data keluarga.

 

Berdasarkan pengecekan, keluarga Restu tercatat dalam kategori desil 4. Namun, status BPJS mereka masih mandiri sehingga secara sistem dìnilai sebagai keluarga mampu.

 

Pendamping PKH menyatakan akan mengupayakan perubahan data melalui aplikasi SIKS-NG. Hal ini agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.

 

BACA JUGA: Begal Bersenpi Tembak Warga OKU Timur, Honda Scoopy Raib

 

 

Selain itu, laporan juga akan dìsampaikan ke Dìnas Sosial dan BAZNAS OKU Timur guna membuka peluang bantuan lanjutan.

 

 

Keluarga berharap dukungan berbagai pihak agar Restu bisa segera mendapatkan penanganan medis maksimal dan kembali berjalan seperti anak-anak seusianya. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.