“Langkah ini untuk menentukan resiko penyebab dan resiko kepada kelompok sasaran. Sehingga bisa menganalisis, merumuskan dan merekomendasikan,” ungkapnya.
Sementara, Wabup Yudha menuturkan agar kegiatan ini peserta dapat menggali beberapa faktor untuk menurunkan angka stunting.
Menurut Wabup, menurunkan angka stunting tidak bisa instan. Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi.
“Kita tidak boleh kendor, meski sudah turun 9,8 persen. Jika kendor tentu akan naik kembali,” imbuh Wabup.
Wabup menekankan perlunya inovasi agar penurunan prevalensi stunting dapat lebih maksimal.
“Kita cari inovasi-inovasi yang kekinian agar angka penurunan pravelansi stunting dapat lebih maksimal,” sambungnya.
Kegiatan dìlanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tim Pakar Audit Kasus Stunting yakni Dr Mustika Dharma, Sp.OG.,
Sri Nurmaini SST dan dr Rhesaroka Pramudita MPsi. (gas).








