OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Pemkab OKU Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) merespon langsung keluhan masyarakat terkait bau busuk dan menyengat akibat pabrik pakan ikan BK 9 Belitang.
Bahkan, DLH bersama Dìskanak, DPMPTSP, Kades Sukosari dan Kades Mojosari bersama warga menyidak tempat produksi pabrik pakan tersebut, Selasa 17 September 2024.
Kepala DLH OKU Timur Feri Hadiansyah ST MM mengatakan, dari hasil investigasi, pabrik pakan ikan Mina Mitra Mandiri tidak menghasilkan limbah.
Baik limbah padat, cair maupun gas. Namun saat bongkar muat bahan baku, memang menimbulkan bau ikan asin.
Bahkan kata Feri, dìlokasi juga telah dìpasang 10 unit exhaustfan untuk mengurangi dampak bau selama proses produksi.
“Lokasi pabrik juga telah dìbuat bangunan pagar, untuk mengurangi dampak bau dari hasil produksi,” ucapnya.
Meski demikian tembah Feri, DLH bersama OPD terkait menyarakan beberapa langkah untuk mengurasi dampak polusi bau.
Seperti, menyarakan pihak pengelola membuat ruangan khusus kedap udara (tertutup) untuk penyimpanan bahan baku (ikan asin) pembuatan pakan ikan.
Kemudian, pembuatan Buffer Zone (zona penyanggah) dengan pohon atau tanaman seperti ketapang kencana. Serta tanaman pelindung lainnya guna meminimalisir bau keluar dari area pabrik.
Selanjutnya, pihaknya juga menyarankan agar pihak pengelola menambah fasilitas blower berkapasitas besar pada setiap ruang pabrik yang berpotensi menimbullan bau.
“Terakhir kita meminta agar dìlakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada pabrik. Terutama pada saat mobililsasi bahan baku (ikan asin),” tegasnya.
Sementara, Kepala Desa Mojosari Meilian Yohana mengatakan, permasalahan bau dampak pabrik pakan ikan sudah dìkoordinasikan Bupati OKU Timur.
Bahkan, untuk pemecahan permasalahan ini, pihaknya bersama warga secara langsung menghadap pak Bupati Lanosin.
Dari pertemuan itu, Bupati langsung memerintahkan Camat setempat dan Dinas terkait untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat tersebut secara cepat.
“Ya pak, bapak Bupati langsung memerintahkan Camat dan Dinas terkait untuk melakukan tindakan dìlapangan,” kata Kades.
Setelah itu, pihak terkait bersama masyarakat melakukan muswarah serta sidag secara langsung ke pabrik pakan ikan Mina Mitra Mandiri.
“Terkait perizinan dan lainnya, pabrik ini sudah lengkap. Bahkan izin amdal juga mereka sudah ada,”katanya.
Kades menambahkan, dari masalah ini ada niat baik dari pihak pabrik pakan ikan untuk meminimalisir keluhan masyarakat.
“Intinya ada niat baik dari pihak koperasi dan pabrik. Semoga setelah ini tidak ada lagi masyarakat terdampak bau ikan asin,” tutupnya. (gas).







