OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Pelepasan pelajar kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 SMKN 1 Martapura berlangsung khidmat dan meriah dì halaman sekolah, Sabtu 2 Mei 2026.
Acara tersebut dìisi dengan berbagai penampilan seni tari dan kreasi dari para siswa, yang menunjukkan bakat serta kreativitas mereka selama menempuh pendidikan.
BACA JUGA: SMKN 1 Martapura Pelopor Konversi Motor Listrik di OKU Timur
Menariknya, sekitar 98 persen rangkaian kegiatan pelepasan ini dìsiapkan dan dìkelola langsung oleh para siswa-siswi.
352 Pelajar Sukses Selesaikan Study
Kepala SMKN 1 Martapura, Drs Ribut Setiadi menyampaikan, dari total 396 siswa yang memulai pendidikan, sebanyak 352 siswa berhasil menyelesaikan studi hingga akhir.
Sementara 44 siswa lainnya tidak dapat melanjutkan dengan berbagai faktor, mulai dari pindah sekolah hingga berhenti karena melanggar aturan.
“Selamat kepada kalian yang telah menyelesaikan pendidikan sampai tuntas. Kami sebagai pendidik merasa sangat bersyukur,” ujarnya.
BACA JUGA: Tim Pekat Belari Disdikbud OKU Timur Raih The Best Costume
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan para siswa-siswi selama mengenyam pendidikan tiga tahun terakhir.
“Tiga tahun lalu kalian masih terlihat lugu, namun hari ini sudah tampak lebih dewasa setelah melalui berbagai proses pendidikan,” tambahnya.
Ribut menjelaskan, bahwa pendidikan dì SMK memiliki tantangan tersendiri karena siswa dìpersiapkan untuk siap terjun ke dunia kerja.
BACA JUGA: SPMB OKU Timur 2026, Disdikbud Tegaskan Gratis Tanpa Pungutan
Untuk lulus, siswa harus melalui berbagai tahapan, mulai dari praktik kerja industri, ujian praktik, penyusunan karya tulis atau proyek, hingga ujian kompetensi.
“Untuk lulus dì SMK itu tidak mudah, sehingga kalian patut bersyukur bisa sampai pada titik ini,” jelasnya.
Larang Pelajar Coret Baju dan Konvoi
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali murid atas dukungan dalam mendidik siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
BACA JUGA: Open Championship Pencak Silat OKU Timur 2026, PSHT Soroti Dualisme Organisasi
“Sekolah tidak akan berjalan tanpa dukungan orang tua, wali murid, dan komite. Anak-anak ini juga merupakan bagian dari keluarga besar kami,” katanya.
Lebih lanjut, Ribut memberikan penegasan kepada seluruh siswa agar tidak merayakan kelulusan dengan cara yang negatif.
Seperti mencoret-coret seragam maupun melakukan konvoi kendaraan dì jalan raya saat kelulusan nanti.
“Kami melarang keras aksi corat-coret dan konvoi. Lebih baik isi kelulusan dengan kegiatan positif seperti berbagi, berdoa bersama, atau kegiatan sosial lainnya,” tegasnya.
BACA JUGA: SMAN 1 Buay Madang, Pilihan Tepat Orang Tua untuk Pendidikan Berkualitas dan Berkarakter
Ia juga mengingatkan bahwa pihak sekolah tidak akan segan memberikan sanksi tegas bagi siswa yang melanggar aturan tersebut.
“Kami minta para orang tua juga dapat mengawasi anak-anak saat momen kelulusan nanti, jangan sampai melakukan hal negatif yang merugikan diri sendiri,” pungkasnya. (gas).







