OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Widiyanto (22) warga Dusun Bukit Napuh, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gàntung dìri.
Kejadian ini sontak membuat warga sekitar heboh. Sebab musibah ini terjadi saat masih suasana lebaran hari raya idul fitri, Senin 24 April 2023, sekitar pukul 20.50 WIB.
Informasi dari pihak kepolisian, berdasarkan keterangan pihak keluarga, pria yang bekerja sehari-hari serabutan ini dìduga mengalami depresi.
Hal ini karena, korban dìketahui mempunyai karakter minder (minim rasa percaya diri). Selain itu, jika ada masalah korban juga enggan bercerita kepada keluarga.
“Menurut cerita dan pengakuan dari istrinya, korban dìduga mengalami depresi masalah hubungan rumah tangga,” ungkap Kapolsek Martapura Kompol Tamimi, melalui Panit I Unit Reskrim Polsek Martapura Iptu Miming Wijaya.
Miming menjelaskan, setelah mengevakuasi korban dari tali yang tergantung.
Sekitar pukul 21.30 Wib, pihak keluarga bersama Babinsa, Lurah Bukit Sari dan anggota Polsek Martapura langsung membawa jasad korban ke RSUD Martapura untuk dìvisum.
“Setelah dìlakukan pemeriksaan oleh tim medis, tidak dìtemukan tanda – tanda adanya bekas kekerasan,” jelas Miming.
Usai dìperiksa tersebut, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan takdir.
Kemudian juga, atas permintaan pihak keluarga jenazah korban tidak dìlakukan Autopsi. Hal ini sesuai kesepakatan pihak keluarga yang dìtuangkan dengan surat pernyataan.
“Selanjutnya jenazah korban kembali kita serahkan kepihak keluarga untuk dìlakukan proses pemakaman,” beber Iptu Miming.
Perìstiwa gantung dìri ini, pertama kali dìketahui oleh sang istri yakni Septi Wahyuningsi (21).
Saat itu Septi pulang dari luar rumah usai mengajak sang anak berkeliling menggunakan sepeda motor, karena menangis.
Setelah berkeliling tak berselang lama sang istri kembali pulang kerumah. Setelah masuk rumah istri langsung mencari korban, namun tak ada.
“Saat saya keluar, suami saya ada dìdepan tv. Namun saat pulang saya cari dìdalam kamar dan dìdapur tapi tidak ada,” ungkap sang istri.
Setelah mencari kedalam kamar dan kedapur, sang istri juga mencari korban ke lantai dua rumah mereka.
Saat naik tangga, sang istri sangat terkejut melihat suaminya sudah dalam posisi tergàntung menggunakan tali tambang.
Sontak, istri korban berteriak dan menyuruh anaknya yang berusia 3 tahun untuk meminta bantuan ke tetangga.
Mendengar kabar itu, warga sekitar langsung ramai mendatangi rumah korban.
Bahkan anggota Babinsa dan anggota Polsek Martapura juga langsung membantu proses evakuasi.
Namun na’as, saat jasad korban berhasil dìturunkan, nyawanya tidak tertolong dan telah meninggal dunia. (gas).







