OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Sosok Nazarudin Asof (19) korban kecelakaan Bus Putra Sulung dìtabrak KA Ekspres yang meninggal dunia dì perlintasan tanpa palang pintu, Desa Kotabaru, Martapura ternyata seorang mahasiswa.
Korban dìketahui merupakan salah satu mahasiswa yang saat ini tengah menepuh pendidikan dì salah satu Universitas dì Kota Bandung.
Selain mahasiswa, korban juga merupakan pemain sepakbola Liga Santri OKU Timur yang berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda dì Kecamatan Semendawai Suku III.
Kepala Desa (Kades) Karang Endah, Beni membenarkan bahwa korban meninggal dalam kecelakaan Bus Putra Sulung VS KA Ekapres adalah warganya.
“Jenazah almarhum sedang dalam perjalanan menuju rumah duka. Saat ini saya sudah dì kediaman orang tua korban dì Karang Endah, menunggu jenazah tiba,” kata Kades kepada idsumsel.com.
Beni mengatakan, Nazarudin Asof masih remaja yang berusia sekitar 19 atau 20 tahun. Korban merupakan mahasiswa yang saat ini berkuliah dì Bandung.
“Jadi korban ini mau ke Bandung untuk kuliah setelah sebelumnya mudik lebaran,” katanya.
Dari Desa Karang Endah kata Kades Beni, Nazarudin Asof tidak sendirian. Ia berangkat menaiki Bus Putra Sulung itu bersama 6 anggota keluarganya yang juga mau pergi ke Bandung, Jawa Barat.
“Mereka itu berangkat rombongan sebanyak 7 orang. Lebaran kemarin, sebagain keluarga korban dari Bandung habis mudik ke Karang Endah dan hendak kembali,” katanya.
Meski demikian, bahwa 6 anggota keluarganya yang lain dìketahui selamat. “Informasi yang kita terima, keluarga lainnya selamat,” ucap Kades Beni.
Informasi lainnya, korban Nazarudin Asof merupakan alumni santri dari pesantren Miftahul Huda, yang juga aktif bermain sepak bola.
Korban merupakan eks sekuad tim dari Pondok Pesantren Miftahul Huda yang ikut Liga Santri pada 2022 lalu.
“Ya, korban merupakan salah satu anak didik saya saat ajang Liga Santri pada 2022 lalu,” ungkap Coach Joko Nugroho.
Joko mengungkapkan, selama menjadi pelatih squad Ponpes Miftahul Huda, korban dìkenal cukup baik.
Bahkan kepribadiannya sangat santun terhadap sesama pelatih dan pemain lainnya.
“Anaknya sangat santun dan pandai bergaul. Saat itu kita berhasil meraih juar II dalam ajang Liga Santri,” beber Joko.
Joko mengaku sangat kaget saat mendengar berita kecelakaan itu. Terlebih korban yang meninggal merupakan pemain squad yang pernah dìlatihnya.
“Atas nama pribadi dan tim pelatih sepak bola OKU Timur menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Semoga almarhum husnul khomtimah, dan keluarga dìberikan ketabahan,” pungkasnya. (gas).







