OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – H+3 hari raya idul fitri 1444 H. Warga Bukit Napuh, Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura, OKU Timur mendadak heboh.
Pasalnya, salah satu warga setempat dìtemukan tèwàs tergantùng dìrumahnya, Senin 24 April 2023, sekitar pukul 20.45 WIB. Kejadian ini sontak menggegerkan warga sekitar.
Pantauan idsumsel.com, prià yang tèwàs dìduga gantung dìrì ini bernama Widiyanto (22).
Korban merupakan warga Bukit Napuh RT 002/ RW 001 Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura.
Perìstiwa gantung dìri ini, pertama kali dìketahui oleh sang istri yakni Septi Wahyuningsi (21).
Saat itu Wahyuningsi pulang dari luar rumah usai mengajak sang anak berkeliling menggunakan sepeda motor, karena menangis.
Setelah berkeliling tak berselang lama sang istri kembali pulang kerumah. Setelah masuk rumah istri langsung mencari korban, namun tak ada.
“Saat saya keluar, suami saya ada dìdepan tv. Namun saat pulang saya cari dìdalam kamar dan dìdapur tapi tidak ada,” ungkapnya.
Setelah mencari kedalam kamar dan kedapur, sang istri juga mencari korban ke lantai dua rumah mereka.
Saat naik tangga, sang istri sangat terkejut melihat suaminya sudah dalam posisi tergàntung menggunakan tali tambang.
Sontak, istri korban berteriak dan menyuruh anaknya yang berusia 3 tahun untuk meminta bantuan ke tetangga.
Mendengar kabar itu, warga sekitar langsung ramai mendatangi rumah korban.
Bahkan anggota Babinsa dan anggota Polsek Martapura juga langsung membantu proses evakuasi.
Namun na’as, saat jasad korban berhasil dìturunkan, nyawanya tidak tertolong dan telah meninggal dunia.
Sementara, menurut keterangan pihak kepolisian yang datang ke TKP. Korban dìduga tèwàs karena bùnuh dìrì.
“Menurut penuturan istri, korban ini dìduga depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya,” ungkap Panit I Unit Reskrim Polsek Martapura Iptu Miming Wijaya SE MM.
Miming menjelaskan, korban juga kata istrinya memiliki kepribadian mudah minder.
Selain itu, korban kerap tidak mau bercerita kepada keluarga ketika ada masalah.
“Pihak keluarga korban juga sepakat untuk tidak melakukan otopsi,” jelas Iptu Miming. (gas).






