OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Warga Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang bersumber dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dapur SPPG OKU Timur Belitang III.
Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah warga mencium bau tidak sedap dari sumur dan parit dì sekitar permukiman sejak dapur MBG mulai beroperasi.
Salah satu warga menyebut, sumur milik tetangganya kini mengeluarkan aroma busuk yang tidak biasa.
BACA JUGA: Belasan Pelajar SMP di OKU Diduga Keracunan Program MBG
“Sumurnya berbau busuk dan sebagian limbah juga mencemari parit milik warga. Baunya sangat menyengat,” ujar warga setempat yang enggan dìsebutkan namanya.
Menurut keterangan warga, kondisi itu terjadi tak lama setelah dapur MBG beroperasi dì Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III, OKU Timur.
Mereka menduga sistem pengolahan limbah belum berjalan optimal, sehingga berdampak pada kualitas air tanah dan saluran pembuangan dì sekitar rumah warga.
BACA JUGA: Truk Tangki Terjun ke Sungai di Kisau OKU Selatan, Sopir Alami Cedera
Warga juga mempertanyakan legalitas dan kelengkapan dokumen operasional IPAL tersebut.
Mereka menduga dapur MBG belum melalui tahapan final berupa penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) air limbah sebelum membuang hasil olahan (effluent) ke lingkungan.
“Kemungkinan belum ada dokumen resmi yang menyatakan sistem IPAL telah memenuhi baku mutu sebelum effluent dìbuang ke lingkungan,” ungkapnya.
BACA JUGA: DPO Perampokan Alfamart Ditangkap, Polisi Sita Parang dan Motor
Jika benar terjadi pencemaran, kondisi ini berpotensi melanggar ketentuan baku mutu air limbah dan aturan perlindungan lingkungan hidup.
Warga berharap pihak terkait, baik pengelola dapur maupun instansi berwenang dì Kabupaten OKU Timur, segera melakukan pengecekan.
“Bila perlu instansi terkait melakukan uji kualitas air guna memastikan keamanan lingkungan sekitar,” tambahnya.
BACA JUGA: Kecelakaan Tragis, Pelajar Tewas Terlindas Truk LPG di Belitang
Hingga berita ini dìturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola Dapur SPPG OKU Timur Belitang III terkait dugaan pencemaran tersebut.
Bahkan, saat dìkonfirmasi idsumsel.com melalui pesan WhatsApp pihak pengelola Dapur SPPG Nusa Jaya belum merespon.
Masyarakat meminta adanya transparansi hasil uji laboratorium air sumur dan parit, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem IPAL.
BACA JUGA: Sopir Ekspedisi di OKU Timur Ditangkap, Curi Pintu Tralis Buat Modal Judi Online
Hal ini kedepan agar tidak menimbulkan dampak kesehatan maupun kerusakan lingkungan yang lebih luas. (gas).







