IDSUMSEL.COM – Sempat jadi bulan-bulanan warga hingga nyaris tèwàs kena massa. Deri (23) warga Desa Kemu, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan bonyok dìhajar bogem mentah.
Pelaku Curanmor ini jadi pelampiasan emosi warga, setelah berhasil dìtangkap usai beraksi mengambil sepeda motor Honda Revo Absolut.
Dìketahui kendaraan motor yang dìcuri pelaku merupakan milik Marsan Hadi (50), warga Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur, Kamis siang 26 Januari 2023.
Beruntung saat pelaku jadi bulan-bulanan warga, aparat kepolisian Polsek Muara Sahung, bersama anggota Koramil 0408-03/Kaur Tengah dan anggota Polsek Kaur Tengah langsung mendatangi TKP.
Namun tak urung, beberapa bogem mentah dìsertai tendangan serta terjangan warga mendarat dìbagian kepala, muka, perut hingga sekujur tubuh pelaku curanmor itu.
Dìtengah hujan pukulan itu, aparat yang sigap kemudian mengamankan pelaku curanmor beserta barang bukti ke Mapolsek Muara Sahung.
Meskipun begitu, satu pelaku lain berhasil kabur. Pelaku itu sudah dìketahui identitasnya yakni Oki (31) warga Desa Muara Kisam, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.
Cepatnya penanganan tindak kejahatan, dengan TKP perbatasan Provinsi Bengkulu – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu berkat kuatnya sinergi antar aparat.
Khususnya Koramil 408-03/Kaur Tengah dengan Polsek Muara Sahung dan Polsek Kaur Tengah, serta masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah tugas.
Menurut Dandim 0408/Bengkulu Selatan Kaur (BSK) Letkol Inf Aswin Suladi melalui Danramil 408-03/Kaur Tengah, Lettu Inf Agus Gunadi.
Pelaku tindak kejahatan cepat dìamankan, tak lepaskan dari kuatnya sinergi TNI-Polri. Serta masyarakat dalam menjaga keamanan dì wilayah tugas.
Ia menjelaskan, menjaga keamanan merupakan tugas semua lapisan masyarakat.
Seperti dalam kejadian ini. TNI, Polri, dan masyarakat semuanya terlibat dalam mengamankan pelaku tindak kejahatan.
“Sikap kerjasama ini hendaknya selalu kita jaga,” ungkap Danramil, dìlansir dari radarkaur.com.
Sementara, Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Eko Budiman, melalui Kapolsek Muara Sahung, Ipda J Perangin Angin, SH mengatakan, usai dìamankan, terduga pelaku mendapat perawatan medis.
Hal ini, lantaran cidera yang dìalami pelaku setelah mendapat hadiah “ketupek Bengkulu” dari warga yang kesal, cukup serius.
Bahkan, terduga pelaku dìgelandang ke Mapolres Kaur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Satu orang terduga pelaku masih dalam tahap pengejaran. Untuk yang berhasil kami amankan,” ungkapnya.
Selanjutnya, pelaku akan dìlimpahkan ke Polres Kaur Polda Bengkulu.
“Dari keterangan terduga yang dìamankan. Keduanya memang telah lama mengincar kendaraan R2 milik korban,” ujar Kapolsek Muara Sahung.
Kronologi Kejadian
Pencurian kendaraan motor itu terjadi Kamis sekitar pukul 12:30 WIB.
Korban yang baru saja membersihkan tanaman dìlahan pertanian tekejut menemui motor kesayangan telah lenyap entah kemana.
Ia lantas menghubungi anggota Babinsa Koramil 408-03/Kaur Tengah, Serka Hengki Kulyadi dan Serda Yurhadi.
Kedua anggota Babinsa di Kecamatan Muara Sahung itu lantas langsung melakukan koordinasi, dengan Polsek Muara Sahung.
Kemudian melakukan pengejaran ke arah Kecamatan Luas. Koordinasi dengan rekan Babinsa dì Kecamatan Luas juga dìlakukan.
Sehingga kemudian bersama anggota Polsek Kaur Tengah dan masyarakat Desa Kepahyang melakukan blokade jalan.
Sadar aksinya telah terendus, ketika melihat adanya blokade jalan. Kedua terduga langsung balik kanan, kembali kearah ke arah Kecamatan Muara Sahung
Tiba dì Dusun Ludai Desa Muara Sahung Kecamatan Muara Sahung. Kedua terduga berpapasan dengan TNI-Polri juga warga Desa Ulak Bandung yang melakukan aksi pengejaran.
Keduanya tak mengindahkan ketika dìminta berhenti. Karenanya harus dìberhentikan secara paksa.
“Dengan adanya kejadian ini. Kami harapkan agar kendaraan tak dìparkir pada sembarang tempat. Lalu lengkapi dengan kunci keamanan ganda,” pesan Kapolsek
Masyarakat Diimbau Waspada Curanmor
Sementara itu, masyarakat Muara Sahung nampaknya benar-benar harus waspada terhadap tindak Curanmor.
Sejak tahun 2021 hingga awal tahun 2023. Telah terjadi enam kali tindak pencurian kendaraan bermotor.
Kades Ulak Bandung, Didi Hirawansah, S.Pd mengatakan, selain kejadian yang dialami Marsan Hadi.
Sepanjang tahun 2022 lalu, telah terjadi tiga tindak Curanmor.
Dengan TKP di sekitar persawahan Kendawaian, juga daerah perkebunan Keras. Seluruh kejadian terjadi pada siang hari.
Begitu pula tahun 2021 silam. Setidaknya terjadi dua kasus curanmor dì tempat tersebut. Juga terjadi saat petani aktif bekerja dì lahan pertanian.
“Tempak kejadian di daerah yang sama. Yaitu sekitaran hamparan sawah Kendawaian, dan daerah perkebun Karas. Waktu kejadian, kesemuanya pada siang hari,” sampai Kades Ulak Bandung.***







