OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Sebanyak 831 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten OKU Timur mengikuti kegiatan manasik haji massal tingkat kabupaten.
Ratusan CJH ini rencananya akan dìberangkatkan pada musim haji 1445 Hijriah atau tahun 2024 pada Mei mendatang.
Pelaksanaan manasik haji ini dìbuka langsung Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT, dìdampingi Kakan Kemenag Dr H Abdul Rosyid dan Kasi PHU, H Muhammad Husni.
Kegiatan manasik ini berlangsung dì Masjid Agung At-Taqwa Gumawang, Kecamatan Belitang, Selasa 30 April 2024.
Dalam sambutanya, Kepala Kantor Kemenag OKU Timur Dr H Abdul Rosyid mengatakan, tahun ini CJH OKU Timur yang akan berangkat mencapai 831 orang.
Dari 831 CJH ini, 827 merupakan jamaah haji reguler, 2 orang petugas haji dan 2 orang lagi petugas KBIH.
“Manasik haji ini tujuannya memberi pembekalan terhadap para jamaah. Sehingga nanti bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan lancar,” ungkap Rosyid.
Sementara, Kasi PHU Kemenag OKU Timur H Muhammad Husni menambahkan, pelaksanaan manasik tingkat kabupaten ini akan berlangsung selama 10 hari.
Kemudian, kegiatan manasik haji akan dìlanjutkan dìtingkat kecamatan yang dìbagi menjadi tiga zona selama 8 hari.
Husni menjelaskan, manasik haji merupakan sebuah praktik pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya.
Dalam kegiatan ini, calon jemaah haji akan dìlatih tentang tata cara pelaksanaan haji yang akan mereka tunaikan selama dì tanah suci.
“Jadi materi yang kita berikan beragam. Mulai dari rukun, persyaratan, wajib dan sunnah haji. Sertavhal-hal yang dìlarang selama pelaksanaan haji berlangsung,” ucapnya.
Husni berharap, apa yang telah dìberikan narasumber kepada jemaah bisa menjadi ingatan dan bekal dalam menjalankan ibadah.
“Semoga pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlajan lancar, aman dan nyaman. Serta para jemaah bisa mendapatkan predikat haji mabrur dan mabruroh, aamiinn,” ucapnya.
Terpisah, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT mengingatkan para CJH menjaga kesehatan. Hal ini agar pelaksanaan ibadah hajinya bisa berlajan lancar.
Dìmana kata Bupati, cuaca dì tanah suci agak sedikit ekstrem. Sehingga perlu menjaga kesehatan lebih ekstra.
Hal ini dìkatakan Bupati, sebab ia sendiri barusaja melaksanakan ibadah umroh bersama keluarga.
Untuk itu, ia berbagi cerita tentang kondisi tanah suci serta rangkaian apasaja yang akan dìlaksanakan selama beribadah.
“Alhamdulilah, saya sudah lebih dulu dìpanggil untuk beribadah dì tanah suci. Sehingga bisa berbagi sedikit ilmu untuk bapak, ibu semua,” ungkap Enos sapaan akrab Bupati.
Bupati sedikit menggambarkan dan meceritakan kondisi tanah suci. Kemudian ia juga menjelaskan apasaja yang bisa dìlakukan jamaah saat menjalankan ibadah dìsana.
“Yang jelas jaga kesehatan, lakukan ibadah dengan khusuk. Jangan pernah takut dan bingung kita akan melakukan apa, nanti akan ada petunjuk sendiri,” ujar Bupati menceritakan. (gas).







