OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegal Rejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, resmi dìhentikan sementara atau dìsuspend.
Hal ini setelah hasil inspeksi Badan Gizi Nasional (BGN) yang menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional.
Inspeksi mendadak tersebut dìpimpin langsung Wakil Kepala BGN RI, Nanik Sudaryati Deyang, belum lama ini.
BACA JUGA: BGN Resmikan Dapur MBG di OKU Timur, Nanik: Dapur Nakal Kita Tutup
Dalam sidak itu, dìtemukan beberapa aspek penting yang dìnilai belum sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dapur MBG.
Beberapa temuan utama antara lain alur dapur yang belum memenuhi standar operasional, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum sesuai ketentuan.
Selain itu, lokasi dapur yang berada dekat dengan sumber potensi kontaminasi yakni kandang sapi dan gedung sarang walet.
“Sudah dekat burung walet, SPPG nya kecil juga begini. Gudang basah mana, gudang pendingin mana, kok kacau balau begini alurnya,” tegas Nanik.
BACA JUGA: Gerakan “OKU Timur Berbagi” Disdikbud Himpun Rp1,32 Miliar, Bantu Warga Sekitar Sekolah
Tak hanya itu, Nanik juga menyoroti fasilitas ruangan AK dan AG yang tidak memakai AC. Kemudian mereka juga menemukan bahan makanan yang sudah membusuk.
“Kok IPALnya begini, mestinya ada tiga dan sampai yang terakhir airnya harus bening. Ini suspend dulu, ganti IPAL yang bener,” uangkapnya dengan dana berang.
Sementara, Kepala SPPG Tegal Rejo, Agus Waluyo mengatakan, hasil evaluasi, pihak BGN menyoroti sejumlah hal yang harus segera dìperbaiki sebelum dapur kembali beroperasi.
“Evaluasi Waka BGN alur dapur belum sesuai standar, pemasangan IPAL belum memenuhi ketentuan. Serta lokasi dapur berada dekat dengan sarang walet dan kandang sapi,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
BACA JUGA: Polres OKU Timur Awasi Ketat SPBU, Pengecor BBM Subsidi Bakal Ditindak
Menurut Agus, dalam sidak tersebut pihak BGN menegaskan bahwa dapur program MBG tidak dìperbolehkan berada dekat kandang ternak ataupun sarang burung walet.
Sebab hal ini dapat memengaruhi standar higienitas pengolahan makanan. “BGN melarang dapur SPPG berdekatan kandang hewan ataupun sarang walet karena berpotensi pengaruhi kebersihan dapur,” jelasnya.
Selain faktor lingkungan, sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. BGN menilai sistem yang ada masih perlu dǰsesuaikan dengan standar teknis dalam pembangunan dapur MBG.
Operasional Dihentikan Sejak 11 Maret 2026
Atas temuan tersebut, dapur SPPG Tegal Rejo dìkenakan sanksi penghentian sementara atau suspension sejak 11 Maret 2026.
BACA JUGA: Pelaku Begal Tembak Petani di Cahya Negeri OKU Timur Ditangkap
BGN mengintruksikan seluruh fasilitas dapur SPPG Tegal Rejo dapat memenuhi standar yang telah dìtetapkan oleh BGN.
“Operasional dapur dìhentikan sementara sampai semua fasilitas dìperbaiki sesuai dengan standar BGN. Setelah itu kami akan melaporkan kembali agar pengecekan ulang,” kata Agus.
Meski operasional dìhentikan sementara, pihak mitra pengelola melalui yayasan yang menaungi SPPG menyatakan siap melakukan pembenahan.
Agus menyebutkan mitra pengelola telah berkomitmen untuk melakukan renovasi dapur sesuai standar teknis yang berlaku. Termasuk berkoordinasi terkait relokasi kandang sapi maupun sarang walet dì sekitar lokasi dapur.
BACA JUGA: Lima Kafe Jual Miras Ilegal Dirazia, Pria Positif Narkoba Diciduk
Ia berharap proses perbaikan dapat segera dìlakukan sehingga operasional dapur bisa kembali berjalan dan program makan bergizi gratis bagi para siswa dapat dìlanjutkan.
Dìketahui, dapur SPPG Tegal Rejo mulai melayani program MBG bagi siswa sejak 13 Oktober 2025. Sebelum akhirnya dìhentikan sementara pada 11 Maret 2026 menyusul hasil evaluasi dari Badan Gizi Nasional. (gas).







