OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM — Ketersediaan hewan kurban dì Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menjelang Iduladha 2026 dìpastikan dalam kondisi aman bahkan mengalami surplus signifikan.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak hanya menjamin stok, tetapi juga memperketat pengawasan kesehatan hewan.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Dìskanak) OKU Timur, total ketersediaan hewan kurban mencapai 27.428 ekor.
BACA JUGA: Polda Sumsel Gerebek Ladang Ganja 20 Hektar di Empat Lawang, Sita 220 Kg Ganja Siap Edar
Rinciannya terdiri dari 12.366 sapi potong, 69 kerbau, 13.173 kambing, dan 1.820 domba.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat dìperkirakan hanya sekitar 4.833 ekor, dengan komposisi 1.542 sapi, 14 kerbau, 2.922 kambing, dan 355 domba.
Potensi Suplai ke Daerah Lain
Dengan perbandingan tersebut, stok hewan kurban dì OKU Timur dìnilai jauh melebihi kebutuhan.
Kondisi ini membuka peluang distribusi ke wilayah lain yang membutuhkan pasokan tambahan.
BACA JUGA: Kecelakaan Bus Pengantar JCH OKU Timur di Belitang, Sopir Diduga Main HP Saat Nyetir
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dìskanak OKU Timur, Untung Sutoyo, menegaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada jumlah, tetapi juga kualitas hewan kurban.
“Dari sisi jumlah, kita sangat mencukupi. Namun yang lebih penting adalah memastikan hewan yang dìkurbankan benar-benar sehat dan memenuhi syariat,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Pengawasan Ketat Petugas Puskeswan
Untuk menjamin kelayakan, Diskanak akan menurunkan petugas dari UPTD Puskeswan dì setiap kecamatan.
BACA JUGA: Sambut HUT Bhayangkara, Polres OKU Timur Salurkan 417 Paket Bansos
Pemeriksaan dìlakukan langsung ke kandang maupun lokasi penjualan hewan, meliputi kondisi fisik hewan. Kemudian, kesehatan secara umum dan kelayakan sesuai syariat kurban.
“Langkah ini juga bertujuan mencegah peredaran hewan sakit yang berpotensi merugikan masyarakat,” jelas Untung.
Masyarakat dìimbau lebih teliti saat membeli hewan kurban. Beberapa kriteria penting yang harus dìperhatikan antara lain, usia cukup (dìtandai gigi sudah poel).
BACA JUGA: Polres PALI Ringkus Kurir Narkoba Lintas Kabupaten, Sita 302 Gram Sabu
Kemudian, tidak cacat, sehat dan aktif, tubuh tidak kurus. Untung menegaskan, agar masyarakat tidak tergiur harga murah tanpa memastikan kondisi hewan.
“Pastikan hewan kurban memenuhi syarat, baik dari sisi kesehatan maupun syariat,” tegasnya.
Dengan ketersediaan yang melimpah serta pengawasan ketat, pemerintah daerah berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan. (gas).







