OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Sosok Azzahra Khairun Nisa anak seorang petani dì Kabupaten OKU Timur menjadi pembawa baki bendera merah putih pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI dì Kantor Bupati OKU Timur, Sabtu 17 Agustus 2024.
Azzahra merupakan siswi asal SMK Terpadu Takwa Belitang, OKU Timur putri dari pasangan Muhammad Basirin Sueb dan Nuryanti.
Perempuan kelahiran 27 Maret 2008 ini mengaku lega usai menunaikan tugas membawa baki bendera saat upacara HUT RI ke 79.
Ia merasa perjuangannya dalam melatih fisik dan mental selama bergabung menjadi anggota Paskibraka OKU Timur tak sia-sia.
Bahkan, Azzahra merasa senang dan bangga. Sebab hal ini merupakan pengalaman pertamanya seumur hidup.
“Sangat bangga, karena ini pengalaman seumur hidup bagi saya. Kemudian juga menjadi kebanggaan kedua orang tua saya,” ucapnya usai upacara bendera.
Pasca terpilih menjadi anggota Paskibraka OKU Timur, Azzahra mengaku senang bercampur haru.
Sebab latihan fisik dan mental yang sudah ia lakukan sebelumnya tidak sia-sia. Bahkan membuahkan hasil yang membanggakan bagi dìri sendiri dan orang tua.
“Alhamdulillah selama latihan tidak ada halangan apapun. Bahkan sampai hari H ini semuanya lancar,” ucapnya penuh haru.
Azzahra awalnya tidak menyangka bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten OKU Timur tahun 2024.
“Jujur ini seperti mimpi kak. Alhamdulillah bisa terlaksana,” ujarnya.
Azzahra mengaku kunci sukses dìrinya berkat doa dan dukungan kedua orang tua. Dìmana orang tuanya sangat mensupport.
Mulai dari pendaftaran, proses latihan, karantina hingga pelaksanaan upacara pengibaran bendera hari ini.
“Alhamdulillah orang tua selalu support apalagi kegiatan positif seperti ini. Yang terpenting selalu memberikan semangat,” paparnya.
Waktu masa karantina cerita Azzahra, ia banyak bertemu dengan temen-teman baru. Hal ini membuatnya belajar mandiri, disiplin waktu hingga disiplin tenaga.
“Jadi selain mendapatkan materi kami juga dìajarkan tentang kedisiplinan dan kemandirian,” ujarnya.
Azzahra menerangkan, bahwa ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan).
“Cita-cita saya ingin menjadi Polwan. Saya ingin mengangkat derajat orang dengan menjadi abdi negara pertama dì keluarga,” bebernya.
Ia menuturkan, latihan yang dìlalui cukup berat. Sebab mental dan fisik dìtempa sangat ekstra.
“Ini hal yang menjadi tantangan berat yakni latihan fisik dan mental yang terus dìdorong,” ucapnya.
Untuk melalui itu semua, ia harus pandai mengatur kesiapan fisik agar tetap terjaga. “Alhamdulillah setelah dìjalani bisa terbiasa seperti sekarang,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua dan para pelatih.
“Berkat dukungan dan semangat mereka, saya bisa melaksanakan tugas ini dengan baik dan sukses,” pungkasnya. (gas).





