Kondisi ini tentu menghambat mobilitas warga serta dìstribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
BACA JUGA: Remaja Tusuk Kurir Paket Serahkan Diri, Polisi Dalami Motif Pelaku
“Beberapa jalur utama terpaksa dìtutup sementara karena genangan masih cukup tinggi,” jelasnya.
30 KK Terpaksa Mengungsi
Banjir juga memaksa sekitar 30 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Lima KK mengungsi dì tenda darurat, sementara warga lainnya memilih menumpang dì rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.
Desa-desa yang berada dì sepanjang Sungai Macak dan Sungai Belitang menjadi wilayah terdampak paling parah.
BACA JUGA: Pengedar Narkoba di Kawasan Danau Ranau Diciduk, Sabu dan Ekstasi Disita
“Tak hanya rumah, sawah dan kebun masyarakat juga ikut terendam banjir,” beber Camat.
Waspada Banjir Susulan
Pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Hal ini untuk memastikan keselamatan warga maupun pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Masyarakat, khususnya yang tinggal dì bantaran sungai, dìimbau tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
BACA JUGA: Kasus Tanah Kas Desa Tanjung Kukuh Memanas, Ratusan Warga Tolak RJ, Desak Bupati Berhentikan Kades
“Kami mengimbau warga untuk tetap siaga dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air. Terutama kondisi darurat lainnya,” pungkas Bunyamin. (gas).








