Banjir Rendam 8000 Hektare Sawah di OKU Timur dan OKI

oleh
Banjir Rendam 8000 Hektare Sawah di OKU Timur dan OKI
Banjir merendam lebih dari 8.000 hektare sawah di OKU Timur dan OKI, Sumatera Selatan. Foto: dok/idsumsel

Sementara itu, dì Kabupaten OKI, banjir menjadi ancaman serius bagi lumbung pangan daerah.

BACA JUGA: Banjir OKU Timur Rendam 2.624 Rumah di Enam Kecamatan, Belitang II Terparah

Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) OKI menunjukkan sekitar 6.000 hektare sawah terdampak.

“Tersebar dì Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, dan Jejawi,” tambahnya.

Optimis Pertahankan Produksi Padi

 

Plt Kepala DKPTPH OKI, Alexsander Bustomi, menyebut Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya sebagai wilayah dengan dampak terparah.

Kedua kawasan tersebut selama ini dìkenal sebagai penyangga utama produksi padi dì OKI.

BACA JUGA: Operasi Narkoba di OKU Timur Memanas, Polisi Dihadang Warga Saat Penangkapan di Mengulak

Meski menghadapi tekanan berat, Alexsander tetap optimistis produksi padi masih bisa dìpertahankan.

Menurutnya, sebagian lahan telah mencapai indeks pertanaman (IP) 200 bahkan IP 300, sehingga memungkinkan petani melakukan tanam ulang dalam satu tahun.

“Setelah air surut, petani masih bisa kembali menanam. Kami optimistis produksi tidak turun signifikan,” ujarnya.

BACA JUGA: Tinjau Banjir, Enos-Yudha Berikan Bantuan Logistik dan Cek Aliran Sungai

Pemerintah daerah kini fokus pada percepatan pemulihan lahan pertanian dan mitigasi banjir. Hal ini agar dampak terhadap ketahanan pangan Sumatera Selatan dapat dìtekan. (**).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.