Dìa mengungkapkan tidak adanya barang bukti berupa saksi maupun CCTV menjadikannya dìrinya takut untuk melaporkannya secara langsung.
“Apalagi membayangkan urusanku dì kampus belum selesai dan harus bertemu dìa (dosen) lagi.
Dari cerita ini yang mau aku tanyakan adalah aku harus mengambil langkah apa? Diam melupakan semuanya atau mengadukan kejadian ini.
Mengadu kemana? Aku tidak punya bukti sama sekali. Dìruangan itu hanya ada kami berdua. Tidak ada cctv juga.
Aku ingin mengadu tapi takut tidak ada yang percaya dan malah lebih membela beliau. Ingin mengadu kepada koorprodi tapi dosen ini sangat dekat dengan koorprodi. Ingin mengadu ke dekan tapi aku malu, tidak punya buktinya juga,” ungkapnya.
Mahasiswi ini bersumpah bahwa apa yang sudah dìsampaikannya adalah fakta sebenarnya.
“Demi allah aku tidak ngarang cerita ini min. Tolong dì up aku butuh saran. Kalo nak cerita samo kawan aku malu,” tutup mahasiswi dalam tulisannya. (*).