OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Di ujung sore, saat matahari perlahan tenggelam dì balik cakrawala, langit dì atas Bendung Perjaya berubah menjadi lukisan alam yang menawan.
Gradasi jingga keemasan membasuh langit, sementara angin semilir menyapu lembut hamparan hijau dì Desa Perjaya, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.
BACA JUGA: Sejarah Nama Desa Purwosari OKU Timur, Daerah Transmigrasi Swakarya, Kini Jadi Desa Wisata
Bendung Perjaya bukan hanya bendungan irigasi penting, tetapi juga telah menjelma sebagai salah satu destinasi wisata senja favorit dì OKU Timur.
Kawasan ini ramai dìkunjungi warga lokal yang datang bersama keluarga maupun sahabat untuk melepas penat dì penghujung hari.
Dì sepanjang kanal yang tenang, puluhan kendaraan terparkir rapi. Orang-orang duduk dì atas tikar, berbincang, bermain dengan anak-anak, hingga menikmati kopi hangat.
Mereka tampak memandangi langit yang perlahan gelap. Semuanya menyatu dalam suasana sore yang hangat dan damai.
Iwan (34) warga Martapura mengaku rutin ke Bendungan Perjaya bersama anak istri saat akhir pekan.
“Tempatnya sejuk, anak-anak bermain sambil menikmati senja, kita bisa lihat sunset juga,” kata Taufik, Rabu 30 April 2025 sore.
Menurutnya, hal paling istimewa dari Bendung Perjaya adalah pemandangan mataharinya yang menakjubkan.
Cahaya oranye yang memantul dì kanal menciptakan nuansa seperti dalam lukisan hidup.
BACA JUGA: Hajatan di Way Halom OKU Timur Ricuh, Dua Orang Ditikam, Satu Kena Massa
“Rasanya seperti berada dì galeri alam. Suara angin, burung, dan air itu bikin hati tenang,” tambahnya.
Tak hanya keluarga, kalangan muda pun menjadikan tempat ini sebagai spot nongkrong hits dì Martapura.
Beberapa dì antaranya tampak sibuk berfoto dengan latar langit keemasan. Sementara yang lain duduk santai mendengarkan musik dan menyeruput kopi.
“Senja dì sini tuh beda. Rasanya adem, dan lihat langit berubah warna itu bikin hati tenang,” ujar Rina (19), seorang mahasiswa.
BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Sumatera OKU Timur, Dua Orang Tewas Ditempat
Lestari (24), pengunjung dari Belitang, juga mengaku kerap datang ke tempat ini bersama teman-temannya.
Ia mengaku suka duduk dekat kanal, bawa kopi dan dengar musik. Mataharinya luar biasa, kadang bisa lihat siluet pepohonan kayak bayangan lukisan.
“Ini beneran healing tanpa biaya besar,” serunya sembari menikmati camilan ringan.
Kuliner Kaki Lima Lengkap dan Murah Meriah
Selain panorama alam, daya tarik lain dari Bendung Perjaya adalah deretan pedagang kaki lima yang ikut menambah semarak suasana.
BACA JUGA: Referensi Liburan, Ini 10 Tempat Wisata Terpopuler di Sumatera Selatan
Mulai dari bakso bakar, sosis goreng, mie ayam, hingga es dogan dingin bisa dengan mudah dìtemukan.
“Saya jualan di sini hampir tiap sore. Ramai terus, apalagi kalau cuaca bagus,” tutur Yanti (43), salah satu pedagang yang membuka lapak sederhana.
Yanti mengatakan, penghasilan dari jualan bakso bakar dan es dogan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA: Tragis! Pjs Kades Bangun Rejo OKU Timur Tewas Ditembak Anak Kandung
Menurutnya, akhir pekan adalah waktu paling ramai, bahkan bisa dua kali lipat dari hari biasa.
“Senja dì sini jadi rezeki juga buat kami,” tambahnya.
Bendung Perjaya, Simbol Kehangatan dan Kedamaian Warga
Dengan panorama indah, suasana akrab, serta potensi ekonomi yang hidup, Bendung Perjaya telah menjadi ruang publik alami. Bahkan memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.
Kawasan ini bukan hanya tentang irigasi dan pertanian, tetapi juga tentang interaksi sosial, kedamaian batin, dan kesederhanaan yang membahagiakan.
BACA JUGA: Belitang OKU Timur, Jejak Sejarah dan Kemajuan Sebagai Lumbung Padi Sumsel
Dì Bendung Perjaya, senja bukan sekadar perpisahan dengan siang, tapi pelukan hangat alam bagi siapa saja yang ingin rehat sejenak dari rutinitas. (gas).


