OKU, IDSUMSEL.COM – Upaya pencarian jasad A Davin seorang pelajar SMPN 7 OKU yang tenggelam dì aliran sungai Ogan, membuahkan hasil.
Jasad pelajar kelas VIII itu dìtemukan dì aliran sungai Ogan Kebon Jati, Kelurahan Saung Naga, Kabupaten OKU, Minggu 26 Mei 2024 petang sekira pukul 17.30 WIB.
Ketua FAJI OKU Iwan Stiawan melalui Kabid Binpres Zulfadeli mengatakan, pihaknya telah menerima informasi penemuan jenazah korban.
“Infonya sudah dìtemukan dìKebun Jati (Saung Naga). Ini kami sedang kelokasi untuk evakuasi dan cross check, ” ujarnya dìlansir dari okusatu.id
Sejak Minggu pagi, KPA Gempa Sabatra bersama FAJI Kabupaten OKU terjun langsung mencari korban tenggelam dì sungai ogan.
Fokus pencarian tim gabungan ini dìradius 10 KM dari titik hilang korban. Namun pencarian hari kedua tim berkumpul dì tepian sungai.
Tepatnya dì belakang perumahan Bukit Katung Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat.
“Fokus pencarian kami untuk radius 10 KM,” elasnya.
Tim gabungan menyisir sungai Ogan dari Desa Pusar, Baturaja Barat hingga Desa Terusan Kecamatan Baturaja Timur.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu 25 Mei 2024, warga Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat dìhebohkan dengan kabar seorang pelajar tenggelam.
Pelajar tersebut dìduga tenggelam dì aliran sungai depan SMPN 7 OKU, dì Desa Pusar, pada Sabtu 25 Mei 2024, sekitar pukul 09.00 wib.
Sontak, lokasi tempat hilangnya pelajar itu, langsung ramai dìdatangi warga. Selain itu, warga juga ikut membantu melakukan pencarian dengan menyisiri aliran sungai.
Sekretaris Desa Pusar Arius Defriansa dìkonfirmasi membenarkan kabar kejadian tersebut.
“Yang tenggelam yakni pelajar SMPN 7 kelas 8.2. Tadi kami sudah konfirmasi dengan pihak sekolah, ” ujarnya.
Sebelum terjadinya musibah itu kata Arius, para pelajar itu membantu membersihkan sekolah pasca banjir yang terjadi Kamis 23 Mei 2024.
Karena tebalnya lumpur yang menempel, korban bersama tiga rekannya mengambil air dì sungai ogan depan sekokah.
Korban dìketahui bernama A Davin warga Pasar Atas. “Ia bersama tiga rekannya berinisiatif mengambil air sungai ogan depan sekolah,” ungkapnya.
Dugaan sementara, saat mengambil air korban terpeleset dan jatuh kedalam sungai.
“Sebab dìtangga menuju pinggir sungai terdapat lumpur tebal. Sehingga dìduga pemicu korban terpeleset,” paparnya.
Hingga kini Pemerintah Desa Pusar bersama Polsek Baturaja Barat masih melakukan pencarian. (13/gas).


