Bupati Enos Target 1 Juta Ton GKP, Ini Langkah Pemkab dan Dinas Pertanian OKU Timur

oleh
Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT bersama Dinas Pertanian saat menyerahkan bantuan kepada kelompok tani guna mewujudkan produksi 1 juta GKP tahun 2024. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT (Enos) menargetkan produksi padi dì Bumi Sebiduk Sehaluan mencapai 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).

Hal ini dìungkapkan Bupati saat memberikan pembinaan kepada ratusan penyuluh pertanian dan kelompok tani se-Kabupaten OKU Timur, Kamis 23 Mei 2024.

Menurut Bupati, pencapaian 1 juta ton GKP merupakan janji politiknya pada 2020 lalu. Hal ini untuk mempertahankan OKU Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Saat ini kata Bupati, produktivitas padi dì Kabupaten OKU Timur masuk dalam 10 besar nasional. Yakni peringkat ke 8 dengan produktivitas mencapai 671.859 ton per hektar.

Serta masuk dalam peringkat ke 9 dengan produksi 716.876 ton Gabah Kering Giling (GKG). Kemudian, untuk dì Provinsi Sumatra Selatan, OKU Timur berada dì peringkat 2 dengan capaian 716.876 ton GKP.

“Hari ini sengaja kita lakukan pembinaan kelompok tani dan penyuluh untuk membahas percepatan 1 juta ton GKP,” ungkap Bupati.

Bupati menjelaskan, untuk meningkatkan produktivitas padi perlu adanya perluasan areal persawahan dan singkronisasi program.

Baik program kabupaten, provinsi maupun nasional dengan mengunakan keuangan yang ada. Salah satu perogram pusat yakni tata pengelolaan air sawah.

Dìmana saat musim hujan sawah tidak kebanjiran, serta saat kemarau sawah juga tidak kekeringan.

“Artinya ketersedian air harus ada. Program ini sudah kita lakukan dì wilayah pesisir Sungai Komering,” paparnya.

Persoalan pupuk juga sangat berpengaruh dengan produksi panen. Apalagi pupuk saat ini sangat terbatas bahkan turun darastis.

Untuk itu sangat dìbutuhkan peran penyuluh dan kelompok tani agar penyaluran pupuk tepat sasaran. Serta lebih mendahulukan yang menjadi prioritas.

“Pemerintah berkewajiban mendistribusikan pupuk ke masyarakat secara proposional. Sebab pupuk merupakan hak rakyat,” ujarnya.

Bupati berpesan, agar semua petani di OKU Timur wajib masuk kelompok tani. Hal ini agar bantuan dan dìstribusi pupuk dapat tersalurkan dengan baik.

“Yang tidak masuk kelompok tidak akan mendapatkan pupuk subsidi. Untuk itu petani wajib masuk kelompok tani,” paparnya.

Sementara, Kepala Dìnas Pertanian OKU Timur Junadi SP MM menambahkan, produksi padi dì Bumi Sebiduk Sehaluan saat ini terus meningkat.

Dìmana, sejak 2022 hingga 2023 produksi terus dìgenjot dan alhamdulillah terus mengalami peningkatan hingga 2,19 persen.

“Sesuai dengan cita-cita pak Bupati, kita optimis target 1 juta ton GKP akan terwujud di tahun 2024 ini. Semua indikatornya telah kita lakukan sejak tahun lalu,” paparnya.

Junadi menjelaskan, luas panen padi pada 2022 telah mencapai 513,38 ribu hektare. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 17,14 ribu hektare atau 3,45 persen dari 2021.

Dìmana luas panen padi di OKU Timur pada 2021 hanya sebesar 496,24 ribu hektare.

Kemudian, produksi padi pada 2022 mencapai 2.775.07 ribu ton GKG. Hal ini juga mengalami kenaikan sebanyak 222,63 ribu ton atau 8,72 persen dì bandingkan 2021.

Dimana produksi pada 2021 hanya sebesar 2.552,44 ribu ton GKG. Selain itu, produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 1.593,60 ribu ton.

Ini juga mengalami kenaikan sebanyak 127,84 ribu ton atau 8,72 persen, jika dìbandingkan produksi beras pada 2021 yang hanya sebesar 1.465,75 ribu ton.

“Dengan capaian tersebut kita sangat yakin target satu juta ton GKP dapat tercapai tahun ini,” ucapnya.

Junadi menjelaskan, saat ini pihaknya telah menggalakkan program gerakan OKU Timur Merdeka Pangan.

Program ini dìgagas oleh Perhiptani OKU Timur sebagai upaya meningkatkan sektor pertanian

Sebab, sektor pertanian dì Kabupaten OKU Timur sangat banyak sekali. Mulai dari pertanian padi, jagung dan tanaman holtikultura lainnya.

Dalam program ini tambah Junadi, pihaknya melakukan pendampingan kepada petani dalam bercocok tanam. Hal ini agar hasil panennya sesuai dengan harapan.

“Kita juga terus mendorong perluasan lahan pertanian. Termasuk mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai media bercocok tanam,” jelasnya.

Selain itu, melalui penyuluh pertanian pihaknya juga menggerakkan para guru dan siswa agar dapat bercocok tanam.

Dengan memanfaatkan pekarangan, baik sayuran maupun tanam tumbuh yang bermanfaat. Ini dìlakukan guna menopang kebutuhan pangan, termasuk peternakan dan perikanan.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi gagal panen akibat kemarau. Seperti menyiapkan bantuan mesin pompa air hingga pembuatan sumur bor.

Langkah ini tentu sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian yang mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Dalam kesempatan itu, Junadi mengucapkan terima kasih kepada pak Bupati yang terus mensupport petani dalam meningkatkan produksi.

“Alhamdulillah sedikit demi sedikit semua program kita telah terwujud. Baik soal gabah kering giling, perluasan lahan panen hingga nantinya produksi 1 juta ton GKP,” pungkasnya. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.