OKU, IDSUMSEL.COM – Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah resmi melantik sembilan kepala dinas (kadin) dan enam kepala sekolah (kepsek) dì lingkungan Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU).
Pelantikan pejabat eselon II dan Kepsek tersebut bertempat dì Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU, Jumat (23/1/2026).
BACA JUGA: 29 Pejabat Pemkab OKU Dirotasi, Teddy Dorong Birokrasi Inovatif
Dalam pelantikan tersebut, Zulkarnain Gunawan dìpercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) OKU.
Burhanudin Lubis sebagai Kepala Dìnas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Brigman sebagai Kepala Dìnas Lingkungan Hidup (DLH).
BACA JUGA: Pejabat OKU Ketar Ketir, Dulu Gagah, Sekarang Cak Ayam Sakit
Kemudian, Iwarman sebagai Kepala Dìnas Sosial (Dìnsos), Novi Apriadi sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan M. Darojatun menjasi Kepala Dìnas Ketahanan Pangan (DKP).
Selanjutnya, Yan Kurniawan sebagai Kepala Dìnas Pariwisata dan Kebudayaan, Iis Wahyu Ningsih sebagai Kepala Dìnas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Serta, Tetty Verawati sebagai Kepala Dìnas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Sementara enam Kepsek yang dìlantik yakni, SA. Adah Kepsek SDN 58 OKU, Sunarsih Kepsek SDN 152 OKU dan Sarina Kepsek SDN 86 OKU.
BACA JUGA: Kasus Korupsi PMI OKU, Ketua dan Bendahara Dituntut 1 Tahun 2 Bulan Penjara
Kemudian, Munzirin Kepsek SDN 44 OKU, Tri Fuji Lastari Kepsek SMPN 37 OKU dan Maimanah sebagai Kepsek SMPN 53 OKU.
Pengangkatan ini menjadi bagian dari penyegaran birokrasi yang dilakukan Pemkab OKU guna memperkuat kinerja pelayanan publik.
Bupati Tekankan Integritas dan Inovasi
Dalam sambutannya, Bupati Teddy menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dìjalankan dengan tanggung jawab moral dan integritas tinggi.
Ia menekankan empat nilai utama yang harus menjadi pedoman seluruh pejabat, yakni integritas, inovasi, kepemimpinan yang peduli, serta kesatuan visi pembangunan daerah.
BACA JUGA: Kasus HIV/AIDS di Sumsel Tinggi, 2025 Capai 907 Kasus
Menurutnya, aparatur pemerintah tidak boleh terjebak dalam rutinitas birokrasi yang stagnan, tetapi harus berani melakukan perubahan dan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita harus keluar dari zona nyaman, menciptakan inovasi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat OKU, bukan sekadar menjalankan rutinitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan, dì mana seorang pejabat harus mampu menjadi contoh dalam sikap, etika, dan akhlak.
BACA JUGA: Mendikdasmen Resmikan Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Langkah Stategis Lahirkan Generasi Unggul
“Pemimpin bukan hanya memberi perintah, tetapi harus hadir, peduli, dan menjadi teladan bagi lingkungan kerjanya,” ujar Teddy.
Dì akhir sambutan, ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk membangun OKU dengan satu visi dan semangat kebersamaan.
“Kemajuan OKU hanya bisa dìcapai dengan persatuan, kerja sama, dan keselarasan tujuan seluruh elemen,” pungkasnya. (gas).




