OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Sejak OKU Timur berdiri, kondisi jalan kabupaten dì Desa Banding Agung, Kecamatan Madang Suku III, Kabupaten OKU Timur rusak parah.
Terlebih saat musim hujan tiba. Kondisi jalan yang ada sejak tahun 80 an ini becek dan berlumpur. Hal ini sangat membuat masyarakat menderita saat melintas.

Tak jarang, masyarakat yang hendak mengeluarkan hasil pertanian serinf kali menangis batin. Lantaran kendaraan mereka sering terperosok hingga terjebak dìkubangan air.
Ardila salah satu warga Desa Banding Agung menuturkan, ia berdomisili dì desa tersebut sejak berusia 14 tahun.
Selama ia tinggal sampai saat ini, belum pernah ada pembangunan yang membuat kondisi jalan bisa lebih baik.
“Sejak kepemimpinan pak Herman Deru sampai sekarang jalan ini belum ada sama sekali pembangunan,” ungkapnya kepada idsumsel.com, Jumat 24 November 2023.
Ia menceritakan, pada tahun 2022 lalu kondisi jalan Desa Banding Agung sempat viral dì media sosial. Hal ini lantaran banyak kendaraan yang terjebak dan terparter.
Pasca viral tersebut kata Ardila, sempat ada pembenahan dan jalan keruk pakai alat berat. “Habis itu ya hancur lagi. Apalagi saat hujan tiba, becek dan berlumpur seperti jalan offroad,” bebernya.
Saat musim hujan tiba seperti saat ini, Ardila dan warga lainnya mengaku susah saat melakukan aktifitas.
Bahkan, sering kali anak-anak sekolah juga jatuh dìkubangan air dan terpaksa tidak jadi berangkat menuju sekolah mereka.
“Kalu dari ujan dak biso lewat. Lebih kasian lagi kalau anak sekolah, sering nyampak dan jadi berangkat,” cetus Ardila curhat dengan awak media.
Warga juga mengakui pak Bupati Lanosin (Enos) sempat meninjau jalan ini tahun lalu. Tapi hanya sebatas meninjau saja dan belum ada pembenahan.
“Saat itu pak enos ninjau sore jelang magrib. Tapi tidak dalam kondisi hujan. Pak Enos bilang jalannya tidak terlalu parah. Padahal kalau habis hujan sangat menyulitkan,” akunya.
Saat dìtanya sudah berapa lama tinggal dì Desa Banding Agung, Ardila mengaku sudah sekitar 39 tahun.
“Saya pindah kesini saat usianya masih 14 tahun jalan ini sudah ada, dan sekarang sudah 53 tahun. Jadi hampir 39 tahun saya disini tapi belum ada perhatian,” tambahanya.
Kondisi jalan rusak dan berlumpur ini juga dìakui warga lainnya. Menurutnya, Desa Banding Agung seperti dìanak tirikan oleh pemerintah daerah.
“Kasian pak anak kami sekolah sangat menderita. Jika musim hujan sepatu harus dìbungkus plastik agar tidak masuk lumpur,” ungkap Alim.
Ia mengatakan, jalan dì Desa Banding Agung ini merupakan satu-satunya akses jalan menuju kesekolah, kepasar dan mengangkut hasil pertanian.
“Warga yang jatuh dari motor sudah tak terhitung akibat jalan licin dan berlumpur. Apalagi kalau mobil terpater sudah sering,” katanya.
Sementara, Kepala Desa Banding Agung Dermawan membenarkan jika kondisi jalan milik Kabupaten OKU Timur dì desanya rusak parah.
Bahkan, saat dìrinya belum terpilih menjadi kades hampir semua jalan rusak. Jika musim kemarau banyak debu, dan musim penghujan becek dan berlumpur.
Ia mengakui warga sekitar sering melakukan gotong royong melakukan perbaikan dan menimbun alakadarnya. Namun hal ini tidak bertahan lama.
“Saya baru empat bulan menjabat kades dìsini. Memang kondisi jalannya seperti ini. Kalau hujan deras, sangat sulit untuk dìlalui,” ungkapnya.
Dermawan menjelaskan, tadi pagi memang sudah ada alat berat masuk kedesanya untuk melakukan perbaikan.
“Tapi setelah berfoto mereka pulang. Katanya sopir alat berat kurang enak badan. Terkait perbaikannya, kita belum tahu seperti apa,” ungkap Kades.
Kades menceritakan, dì Desa Banding Agung ini terdapat 5 dusun. Namun ruas jalan yang rusak parak itu dìlalui oleh 3 dusun.
“Jadi hampir rata-rata rusak semua. Ada pengerukan pakai alat berat dari aspirasi Anggota DPRD, tapi tidak bertahan lama,” paparnya.
Dermawan berharap, kondisi jalan dì desanya bisa mendapatkan perhatian Pemkab OKU Timur, khususnya pak Bupati dan Dìnas PU TR.
“Harapan kami bisa segera ada pembenahan meskipun secara bertahap. Agar aktifitas warga dan anak-anak sekolah bisa lebih baik,” harapnya. (gas).








