OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM — Di tengah gelapnya pagi, ketika sebagian orang masih terlelap, Titik Rusyanti, MPd sudah memulai perjalanan panjangnya.
Menempuh jarak sekitar 56 kilometer menuju SMK Negeri 1 Semendawai Timur, langkahnya menjadi simbol nyata dedikasi seorang guru yang tak kenal lelah.
Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 menghadirkan kisah inspiratif dari pelosok OKU Timur, Sumatera Selatan.
Lebih dari 20 tahun mengabdi sejak 2006, Titik membuktikan bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup untuk menciptakan perubahan.
“Pendidikan bukan hanya soal hadir dì kelas, tetapi bagaimana memberi dampak nyata. Jarak bukan alasan untuk berhenti berbuat,” ungkapnya, Minggu (3/5/2026).
Dari Dunia Kerja ke Dunia Pendidikan
Sebelum fokus dì dunia pendidikan, Titik sempat bekerja dì sektor pelayaran dan bongkar muat dì Bandar Lampung (2003–2010).
Pengalaman tersebut membentuk karakter dìsiplin, tangguh, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat.
BACA JUGA: Tim Pekat Belari Disdikbud OKU Timur Raih The Best Costume
Ia juga pernah mengajar dì lembaga pelatihan komputer (2004–2006) dan mengabdi dì daerah tertinggal (2006–2008).
Tak hanya itu, Titik pernah menjadi Tenaga Pendamping PNPM Mandiri Perkotaan bidang ekonomi hingga 2020.
Menurutnya, pengalaman dì luar sekolah menjadi bekal penting dalam membangun pendekatan pendidikan yang relevan dengan kehidupan nyata.
Dari Kelas hingga Dunia Industri
Saat bertugas dì SMK Negeri 1 Belitang III, Titik dìkenal sebagai sosok inovatif. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Akuntansi (2010–2017).
BACA JUGA: Peringati Maulid Nabi, SDN 19 Martapura Teladani Kisah Rasulullah Sebagai Pedagang Amanah
Kemudian, Wakil Humas Hubungan Industri (2017–2025). Sejumlah program unggulan yang ia gagas yakni kelas Kewirausahaan, yang mendapat hibah Rp25 juta dari Kementerian Pendidikan.
Setelah itu, Minibank Sekolah, sebagai sarana praktik literasi keuangan siswa. Program-program tersebut bertujuan membekali siswa dengan keterampilan praktis, bukan hanya teori.
“Sekolah harus menjadi tempat anak mengenal dunia nyata sejak dìni. Misi ini selalu saya terapkan pada anak dìdik,” ujarnya.
Aktif Menulis dan Menginspirasi
Tak hanya dì kelas, Titik juga produktif dalam dunia literasi. Ia telah menulis beberapa buku, seperti Kebahagiaan Seorang Guru, 235 Hari Menuju Guru Penggerak dan Modul pembelajaran akuntansi.
Selain itu, ia aktif menulis opini dì berbagai media, membahas isu pendidikan, karakter guru, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Menempuh Jarak, Menjaga Komitmen
Kini Titik menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 1 Semendawai Timur, tanggung jawabnya semakin besar.
Perjalanan pulang-pergi sejauh 56 km setiap hari bukan menjadi hambatan, melainkan bagian dari komitmen.
“Kalau ingin pendidikan maju, kita harus bergerak dulu. Tidak bisa menunggu keadaan ideal,” tegasnya.
BACA JUGA: Dua Kurir Narkoba Lintas Provinsi Diringkus, Sita Sabu 89 Gram dan 19 Ekstasi
Semangat itu juga ia tularkan kepada para guru dì sekolahnya, dengan menekankan pentingnya keteladanan.
Perempuan Penggerak Pendidikan
Dengan latar belakang Magister Manajemen, Titik dìkenal sebagai pemimpin yang, Kolaboratif, Adaptif terhadap teknologi dan Komunikatif dalam membangun tim.
Selain memimpin sekolah, ia juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Perbankan Syariah dì STAI Gumawang.
Dì tengah keterbatasan wilayah, sosoknya menjadi contoh nyata bahwa perempuan mampu memimpin, berinovasi, dan membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.
BACA JUGA: 17 Tahun Dinanti, Bupati Muchendi Setujui Pembentukan Dewan Pengupahan OKI
Kisah Titik Rusyanti menjadi cerminan perjuangan guru dì daerah bekerja dalam senyap, menembus keterbatasan, dan terus menyalakan harapan.
“Selama kita punya niat untuk memajukan anak-anak, selalu ada jalan. Semangat adalah kunci utamanya,” tutupnya. (gas).







