Sementara, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-22 menjadi momentum memperkuat kepedulian dan kebersamaan, terutama pasca bencana banjir.
BACA JUGA: Operasi Narkoba di OKU Timur Memanas, Polisi Dihadang Warga Saat Penangkapan di Mengulak
“Peringatan hari jadi ini bukan hanya seremonial, tetapi untuk meneguhkan solidaritas dan semangat gotong royong demi pemulihan kehidupan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa selama 22 tahun berdiri, OKU Timur telah menunjukkan perkembangan dalam berbagai sektor.
Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
BACA JUGA: Banjir Rendam 8000 Hektare Sawah di OKU Timur dan OKI
Perhatian khusus juga dìsampaikan terhadap bencana banjir yang terjadi pada 8 Januari 2026 akibat luapan Sungai Muara Balak, Sungai Macak, dan Sungai Rengas.
Bencana tersebut menyebabkan ribuan rumah warga terendam, lahan pertanian terdampak, serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa kekuatan daerah ada pada kebersamaan. Kita perlu langkah nyata untuk mempercepat pemulihan pascabanjir,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan juga meresmikan sejumlah jembatan strategis melalui penandatanganan prasasti.
BACA JUGA: Jalan Jalur Komering OKU Timur Rusak Parah, Anggota DPRD Tagih Janji Gubernur dan Bupati
Yakni peresmian Jembatan Gantung Negeri Sakti Kecamatan Cempaka, Jembatan Jatimulya II Kecamatan Madang Suku II.
Serta Jembatan Desa Persiapan Sukajaya–Sukamaju, Kecamatan Buay Madang Timur. Keberadaan jembatan ini dìharapkan mampu memperkuat konektivitas dan menunjang produktivitas masyarakat. (gas).








