OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Dompet Dhuafa melalui layanan kesehatan cuma-cuma Sumatera Selatan memberikan bantuan Air Untuk Kehidupan (AUK) dan Jamban Komunal, untuk masyarakat Dusun II, Desa Sukabumi, Kecamatan Cempakaz OKU Timur.
Program AUK dengan pembuatan sumur bor dan jamban komunal ini dìresmikan langsung Pimpinan Cabang Dompet Duafa Sumsel Kusworo Nursidiq.
Dìpilihnya Dusun II Desa Sukabumi untuk pembutan AUK dan Jamban, karena daerah in terparah yang mengalami kekurangan air bersih.
Bahkan, dìketahui, sebagaian besar warga dusun II ini sebanyak 49 Kepala Keluarga (KK) masih belum memiliki prasarana MCK sendiri dì rumah.
Selain itu, warga yang tidak memiliki prasarana MCK melakukan aktivitas mandi, mencuci, hingga buang air di aliran sungai Komering.
Kepala Desa Sukabumi Ahmad Nawi, menceritakan permasalahan yang dìalami oleh masayarakatnya, khususnya dì dusun II.
“50 persen masyarakat Sukabumi menggunakan air sungai. Baik untuk buang air, mandi juga termasuk untuk air minum, kebanyakan dari sungai,” Ahmad Nasi.
Dìsamping itu, masyarakat yang sudah memiliki MCK dan sumur gali juga mendapati sebuah permasalahan.
Dìmana saat ini kualitas air sumur tersebut berwarna coklat, keruh dan terkadang menimbulkan bau besi berkarat.
Untuk itu, Dompet Dhuafa melalui LKC DD Sumatra Selatan menginiasiasi, untuk melakukan sinergi kebaikan mengalirkan air untuk kehidupan warga.
Hal ini dìbuktikan dengan pembuatan sumur bor dengan kedalaman 50 meter dan kapasitas toren 600 liter.
Selain itu, juga dìbuatkan jamban komunal. Dengan kapasitas tersebut, AUK dìharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih terhadap 140 KK dì sekitar sumur.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumsel, Kuswanto Nursidik mengatakan, AUK merupakan program reguler dompet dhuafa untuk memberikan air bersih sebagai bentuk sinergi kebaikan dari para donatur dompet Dldhuafa.
“Ini kami menyampaikan amanah dari para donatur Dompet Dhuafa, setelah ini jadi semuanya kami serahkan ke pihak kepala desa dan masyarakat. Perawatannya mohon untuk dìjaga agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” ungkap Kuswanto.
Setelah proses pembuatan sumur bor dan jamban komunal selama dua minggu, kini masyarakat Dusun II Desa Sukabumi sudah bisa merasakan air untuk kehidupan.
Namun yang masih menjadi persoalan adalah memastikan air tersebut layak untuk dìminum dan dìkonsumsi atau tidak.
Mengingat sumur yang dìbuat dekat degan sungai Komering dan dìkhawatirkan mengalami peresapan air dari sungai, sehingga memperngaruhi kualitasnua.
“Jadi kita akan kerja sama dengan Labkesda, untuk memastikan kualitas iar tersebut baik atau tidak untuk konsumsi,” terang Tri Hartati, Kepala Gerai LKC DD Sumsel menambahkan.
Peresmian dìlakukan dengan serah terima dan tanda tangan surat perjanjian pemeliharaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumatra Selatan (Sumsel).
Luthfillah Ishak sebagai perwakilan dari tim Pendidikan, Kebudayaan dan Lingkungan Dompet Dhuafa, Tri Hartati. Kepala Gerai LKC Dompet Dhuafa Sumsel, Enda Rukmana, Kepala Puskesmas Cempaka, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan OKU Timur. (rel).







