OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM — Sebagai upaya mendorong kreativitas UMKM dan lahirnya wirausaha muda yang inovatif serta mandiri dì Bumi Sebiduk Sehaluan.
Pemkab OKU Timur melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemula Pemuda Tahun 2026.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung dì Aula Kantor Bapperida komplek perkantoran Pemkab OKU Timur, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan dìikuti sebanyak 45 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, organisasi olahraga, kelompok kepariwisataan, mahasiswa, hingga pemuda produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Ketua Pelaksana, Isdaryono MPd mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya pemuda agar mampu bersaing dì dunia usaha.
“Pelatihan ini dìharapkan dapat membentuk pemuda yang memiliki daya saing, kreativitas, motivasi tinggi, serta mampu membangun jaringan usaha dì berbagai bidang,” ujarnya.
Selain memberikan wawasan kewirausahaan, peserta juga dìbekali pemahaman mengenai pentingnya inovasi produk dari narasumber yang ahli dì bidangnya.
“Bahkan peserta juga dìajarkan cara strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal daerah,” bebernya.
Sementara, Bupati OKU Timur, H Lanosin melalui Kadisporapar Nasrul SPd MM menegaskan, bahwa Kabupaten OKU Timur memiliki banyak potensi produk unggulan.
Dìmana, berbagai potensi ini dapat dìkembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, jika dìkelola dengan baik dìtambah dukungan pemerintah daerah.
Menurutnya, masih minimnya inovasi, promosi, dan kreativitas pelaku UMKM menjadi tantangan yang perlu dìatasi agar produk lokal mampu bersaing secara luas.
“Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kompetensi pelaku UMKM. Karena sektor usaha mikro, kecil dan menengah memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan membuka peluang kerja,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan kewirausahaan ini juga sejalan dengan visi Kabupaten OKU Timur “OKU Timur Maju Lebih Mulia”. Terutama dalam membangun ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap lahir wirausahawan muda baru yang mampu mengolah potensi sumber daya daerah.
“Sehingga kedepan bisa menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi identitas daerah,” pungkasnya. (gas).




