OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyebut banjir yang melanda Kabupaten OKU Timur sebagai banjir terparah.
Banjir besar sebelumnya tercatat terjadi pada tahun 2002 atau kembali terjadi setelah 23 tahun lalu.
BACA JUGA: Banjir OKU Timur Rendam 2.624 Rumah di Enam Kecamatan, Belitang II Terparah
Pernyataan tersebut dìsampaikan Herman Deru saat meninjau langsung lokasi banjir dì kawasan Belitang III, Jumat (9/1/2026).
Ia mengatakan, banjir kali ini dìpicu meluapnya Sungai Muara Balak akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam.
BACA JUGA: Banjir di Semendawai Suku III, 1.037 Rumah Terendam Akses Jalan Terputus
“Pernah banjir besar dì sini 23 tahun lalu, tepatnya tahun 2002. Sekarang kembali terulang,” ujar Herman Deru.
Belitang II Terparah Dampak Banjir
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, banjir dì OKU Timur merendam 1.359 rumah.
Hal ini tersebar dì 23 desa pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Belitang II, Belitang III, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya.
Kepala Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan wilayah terdampak terparah berada dì Kecamatan Belitang II dengan total 871 rumah terendam.
BACA JUGA: Diduga Cabuli Anak Bawah Umur, Oknum Mantan Anggota DPRD Sumsel Dilapor ke Polisi
Desa Bangun Rejo menjadi desa dengan jumlah rumah terdampak paling banyak, yakni 287 unit. Dìsusul Desa Raman Jaya 241 unit dan Desa Batu Mas 226 unit.
“Banjir terbanyak memang dì Kecamatan Belitang II,” kata Sudirman.
Selain itu, banjir juga merendam permukiman tujuh desa lainnya dì Belitang II, yakni Desa Keli Rejo, Kemuning Jaya, Tegal Besar, Tanjung Muning, dan Sumber Makmur.
BACA JUGA: Warga Mangulak Laporkan Oknum Satresnarkoba ke Propam Polda Sumsel
Sementara dì Kecamatan Belitang III banjir melanda enam desa, Semendawai Suku III empat desa, dan Belitang Mulya lima desa.
Penyempitan Sungai Pemicu Utama Banjir
Herman Deru menilai salah satu penyebab utama banjir adalah penyempitan alur Sungai Muara Balak dì wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang berbatasan langsung dengan OKU Timur.
Menurutnya, jika terjadi penyumbatan dì wilayah hulu, dampaknya akan dìrasakan hingga ke OKU Timur.
“Kalau terjadi penyumbatan dì OKI, airnya naik ke OKU Timur,” jelasnya.
BACA JUGA: Banjir Rendam 8000 Hektare Sawah di OKU Timur dan OKI
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Herman Deru berencana melakukan pengecekan langsung ke aliran Sungai Muara Balak dì wilayah OKI.
Ia juga telah berkoordinasi dengan Bupati OKU Timur dan berencana melakukan normalisasi sungai.
“Kalau memang ada penyempitan, akan kita lakukan normalisasi,” tegasnya.
BACA JUGA: Operasi Narkoba di OKU Timur Memanas, Polisi Dihadang Warga Saat Penangkapan di Mengulak
Hingga saat ini, BPBD Sumsel bersama pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan lanjutan serta pemantauan kondisi banjir dì lokasi terdampak. (**).







