HMI Soroti Kinerja Pemkab OKU Timur, Maksiat Subur, Narkoba Menjamur

oleh
HMI Soroti Kinerja Pemkab OKU Timur, Maksiat Subur, Narkoba Menjamur
HMI OKU Timur geruduk DPRD, soroti buruknya pelayanan publik, proyek mangkrak, kasus narkoba, hingga maraknya tempat hiburan malam yang tak sejalan dengan visi misi maju lebih mulia. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM — Aroma ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur mencuat ke ruang publik.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang OKU Timur turun ke jalan menggelar aksi dì depan Kantor DPRD OKU Timur, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA: Lima Kafe Jual Miras Ilegal Dirazia, Pria Positif Narkoba Diciduk

Mereka turun membawa sederet tuntutan keras atas carut-marutnya pelayanan publik dan lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

Aksi tersebut bukan sekadar simbolik. Massa HMI datang dengan daftar panjang persoalan yang dìnilai selama ini dìabaikan para pemangku kebijakan.

BACA JUGA: Razia Hiburan Malam, Lima Tempat Karaoke Digerebek Tim Gabungan

Mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, proyek infrastruktur mangkrak, hingga persoalan sosial yang kian mengkhawatirkan.

Ketua HMI Cabang OKU Timur, Nur Fitria, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan mahasiswa dan suara masyarakat.

Dìmana, masyarakat merasa tak lagi dìlayani secara layak oleh Pemkab OKU Timur.

HMI menegaskan, pelayanan publik dì OKU Timur hari ini masih jauh dari kata profesional.

BACA JUGA: Warga Mangulak Laporkan Oknum Satresnarkoba ke Propam Polda Sumsel

“Pemerintah daerah harus berhenti sekadar pencitraan dan mulai bekerja nyata untuk rakyat,” tegas Nur Fitria saat orasi.

Ketegangan dengan Aparat, Aksi Nyaris Dihentikan

 

Aksi unjuk rasa sempat memanas akibat miskomunikasi antara massa aksi dan aparat keamanan.

Massa HMI bersikeras menyampaikan aspirasi dì halaman Kantor DPRD OKU Timur, namun upaya tersebut dìtahan aparat dengan alasan administratif.

Pihak kepolisian menyebut pemberitahuan aksi dìnilai tidak memenuhi ketentuan waktu yang berlaku.

BACA JUGA: Bandar Narkoba Kelas Kakap di Campang Tiga Ulu OKU Timur Ditangkap

Sesuai aturan, pemberitahuan aksi harus dìlakukan paling lambat 3×24 jam. Karena tidak terpenuhi, maka massa tidak dìperkenankan masuk ke area DPRD.

Perdebatan sempat berlangsung cukup alot, namun situasi berhasil dikendalikan dan aksi tetap berjalan kondusif.

Tekanan massa akhirnya memaksa Bupati OKU Timur Lanosin turun langsung menemui demonstran dan menerima tuntutan secara terbuka.

Mall Pelayanan Publik Disorot, GSC Mangkrak

 

Dalam tuntutannya, HMI secara gamblang menyoroti Mall Pelayanan Publik (MPP) OKU Timur yang dìnilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

BACA JUGA: Operasi Narkoba di OKU Timur Memanas, Polisi Dihadang Warga Saat Penangkapan di Mengulak

HMI mendesak evaluasi total agar MPP tidak sekadar menjadi bangunan formalitas tanpa pelayanan maksimal.

Tak kalah tajam, HMI menuntut penyelesaian Gedung Sport Center (GSC) OKU Timur yang hingga kini masih mangkrak.

Mereka mengingatkan agar proyek tersebut tidak menjadi “ladang basah” praktik korupsi.

Kritik Keras Puskesmas Kosong Saat Jam Kerja

 

Dì sektor kesehatan, HMI melontarkan kritik keras terhadap rendahnya profesionalitas pelayanan.

BACA JUGA: Gerebek Bisnis Prostitusi di OKU Timur, Polisi Ciduk Muncikari dan Dua PSK

Salah satu kasus yang dìsoroti adalah meninggalnya korban kecelakaan lalu lintas dì depan puskesmas karena fasilitas kesehatan tersebut kosong saat jam kerja.

“Ini bukan sekadar kelalaian, ini soal nyawa manusia,” tegas massa aksi.

Narkoba, HIV, dan Hiburan Malam Kian Subur

 

HMI juga membunyikan alarm bahaya atas meningkatnya persoalan sosial dì Kabupaten OKU Timur.

Mereka menyoroti maraknya tempat hiburan malam berkedok karaoke dan warung remang- remang.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Guru PPPK di OKU Diringkus Tim Resmob

Bahkan, meningkatnya kasus HIV yang bertambah 12 orang hingga Juni 2025, serta kasus siswa sekolah yang terjerat narkoba.

HMI mendesak pemerintah segera menyediakan tempat rehabilitasi pengguna narkoba dan memperkuat pendampingan.

“Khususnya bagi kalangan pelajar agar tidak menjadi korban berikutnya,” papar massa aksi.

Dugaan Pungli Bansos dan Nasib Petani Terabaikan

 

Dì bidang sosial ekonomi, HMI meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum perangkat desa dalam penyaluran bantuan sosial dan BLT Dana Desa.

BACA JUGA: Pelaku Bègal Sàdis yang Tusùk Korbannya Hingga Usus Terpòtong Dìtangkap

Selain itu, perhatian terhadap petani dan pembudidaya ikan yang terdampak banjir dìnilai masih minim.

Padahal sektor ini telah mengharumkan nama OKU Timur sebagai daerah swasembada pangan dan dìkenal luas sebagai Kampung Patin.

Pemerintah Berjanji, Publik Menunggu Bukti

 

Aksi demonstrasi dùtutup dengan pernyataan komitmen dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi HMI sesuai mekanisme yang berlaku.

BACA JUGA: Harta Kekayaan Gubernur Sumsel Herman Deru Naik Fantastis, Masuk 10 Pejabat Dengan LHKPN Tertinggi

Namun, bagi HMI, janji semata tidaklah cukup. “Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh bukti,” tutup Nur Fitria.

Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa mahasiswa dan masyarakat OKU Timur tidak akan tinggal diam melihat pelayanan publik stagnan dan persoalan daerah dìbiarkan berlarut-larut. (gas).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.