OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Guna menjaga dampak lingkungan bagi masyarakat dì Kabupaten OKU Timur terkhusus dalam membuat sumur bor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Timur Feri Hadiansyah ST MM akan berbagi tips khusus dalam pembuatan sumur bor.
Mengingat masyarakat saat ini banyak membuat sumur bor karena imbas dari macetnya pasokan air dari PDAM Way Komering.
Feri menjelaskan, jarak ideal pembuatan sumur bor dengan septik tank minimal 10 meter. Sedangkan jarak antar sumur bor wajib mencapai 50 sampai 100 meter.
“Ini perlu kita sampaikan untuk menjaga dampak lingkungan. Sebab secara geologis pembuatan sumur bor jika terlalu dekat akan berpotensi mengakibatkan longsor,” ungkap Feri.
Mengapa demikian, sebab pengambilan air secara terus menerus melalui sumur bor dìdalam tanah bisa membentuk cekungan
“Oleh karena itu jika terlalu dekat jarak antar sumur borpotensi longsor akan semakin besar,” katanya, Kamis 11 Juli 2024.
Jika hal ini tidak dìatisipasi sejak awal, maka lambat laun ketersediaan air bawah tanah akan berkurang.
Sehingga semakin dekat jarak antar sumur bor akan semakin cepat air bawah tanah habis.
Selain kering, jarak sumur bor yang terlalu dekat juga bisa mengakibatkan sumur bor tidak dapat bertahan lama.
“Jadi masyarakat wajib mengetahui hal ini. Agar bisa mengurangi dampak lingkungan dan kerugian material. Sebab membuat sumur bor lumayan mahal,” paparnya.
Menyikapi permasalahan PDAM Way Komering, Feri mengatakan hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mencarikan solusi terbaik.