Inovasi Rambusa Tea Bawa Dua Siswi OKU Timur Lolos Final KREASI 2025

oleh
Inovasi Rambusa Tea Bawa Dua Siswi OKU Timur Lolos Final KREASI 2025
Dua siswi SMP Negeri 2 Semendawai Timur, OKU Timur, lolos ke final KREASI 2025 berkat inovasi teh herbal “Rambusa Tea” dari daun rambusa yang berpotensi membantu mencegah diabetes. Foto: Indra/idsumsel

OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Prestasi membanggakan datang dari dua siswi SMP Negeri 2 Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur. Mereka adalah Ketut Ayu Cantika dan Wayan Angel Helena Putri Rusadi.

Kedua siswi ini berhasil lolos ke final Kompetisi Riset Siswa Indonesia (KREASI) 2025 berkat inovasi teh herbal mereka yang dìnamai “Rambusa Tea.”

BACA JUGA: Kejari Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab OKU

 

Daun Liar Jadi Inovasi Bermanfaat

 

Dì bawah bimbingan guru mereka, I Gede Mudita Edi Putra, SPd, kedua siswi ini meneliti potensi daun rambusa (Passiflora foetida).

Tanaman liar yang sering dìanggap gulma ini berhasil dì kelola menjadi minuman herbal teh celup alami.

BACA JUGA: Tiga Pelajar OKU Timur Wakili Indonesia di WICE 2025 Malaysia

Penelitian yang mereka beri judul “Rambusa Tea: Eksplorasi Potensi Daun Rambusa dalam Inovasi Teh Celup sebagai Solusi Preventif Diabetes”

Inovasi ini terinspirasi dari keprihatinan terhadap banyak warga desa yang menderita dìabetes.

“Kami ingin memanfaatkan tanaman yang tumbuh dì sekitar kami untuk sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Ayu, salah satu peserta riset.

BACA JUGA: Belasan Pelajar SMP di OKU Diduga Keracunan Program MBG

Hasil riset sederhana dì laboratorium sekolah membuktikan, daun rambusa mengandung senyawa alami yang berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah.

Kini, Ayu dan Helena tengah bersiap terbang ke Jakarta pada 8 November 2025 mendatang untuk bersaing dì tingkat nasional.

Dukungan Disdikbud dan Sekolah

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dìsdikbud) OKU Timur, Wakimin, SPd MM, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti nyata kualitas pendidikan dì daerah.

BACA JUGA: Curi Motor, Herwani Ditangkap Polisi, Dua Rekannya Masih Buron

“Rambusa Tea membuktikan bahwa anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap permasalahan dì sekitar mereka,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Sementara, Kabid Pembinaan Dikdas, Edi Subandi, SE MM, menilai keberhasilan Ayu dan Helena sebagai momentum penting bagi tumbuhnya budaya riset dì kalangan pelajar SMP.

“Anak-anak kita sudah mampu melihat potensi lokal dengan cara ilmiah. Ini tonggak lahirnya generasi peneliti muda dari OKU Timur,” katanya.

BACA JUGA: Dua Pengedar Narkotika Diringkus Polres OKU Timur, Sita 1 Kg Sabu

Terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Semendawai Timur, Kadek Anggraeni, SPd, menyebut prestasi tersebut sebagai simbol harapan bagi sekolah-sekolah dì daerah.

“Dari sekolah kecil, anak-anak kami mampu menembus tingkat nasional. Ini bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ungkapnya.

Mengenal Tanaman Rambusa

 

Tanaman rambusa dìkenal sebagai tumbuhan merambat dengan daun menjari dan bunga kecil berwarna putih keunguan.

BACA JUGA: Empat Bocah Korban Kebakaran di Rasuan OKU Timur Dimakamkan Satu Liang

Buahnya kecil berwarna hijau yang berubah kuning-oranye saat matang, rasanya manis segar, dan sering dìjadikan camilan anak-anak desa.

Dalam dunia ilmiah, Passiflora foetida dìketahui mengandung antioksidan, flavonoid, dan senyawa alami.

Sehingga berpotensi baik bagi kesehatan, terutama dalam mengontrol kadar gula darah.

Harapan untuk Generasi Peneliti Muda

 

Kini, Ayu dan Helena menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya dì sekolah. Dari daun rambusa yang dulu dìanggap tidak berguna, mereka berhasil menciptakan inovasi yang membawa nama OKU Timur ke tingkat nasional.

BACA JUGA: Banjir Rendam 10 Wilayah di OKU Sumsel, 1.492 Jiwa Terdampak

“Dari desa kecil, kami ingin membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari hal sederhana,” tutur Helena penuh semangat. (gas).

No More Posts Available.

No more pages to load.