Jenderal Agus Subiyanto Dilantik Jokowi Jadi KSAD Baru, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya Hingga Disebut Prajurit Paket Lengkap

oleh
Jenderal Agus Subiyanto resmi dìlantik sebagai KSAD oleh Presiden Jokowi dì Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023) pagi. Foto/tni.mil.id

Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) pada 2011–2014.

Asisten Operasi Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan (2014–2015). Dosen Madya Sekolah Staf dan Komando TNI AD (Seskoad) pada 2015.

Perwira menengah Detasemen Markas Besar TNI AD (2015–2016). Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) II/Sriwijaya (2016–2017).

Perwira tinggi bintang satu saat menjabat Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako (2017–2018).

Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Wadanpussenif Kodiklatad) pada 2019–2020.

Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Surya Kencana pada 2020. Setelah itu, karier militer Agus terus melesat dan menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 2020–2021.

Dengan begitu, Agus secara otomatis mendapatkan kenaikan pangkat (naik satu tingkat) menjadi seorang mayor jenderal.

Agus pun menjadi salah seorang perwira TNI yang berada dì lingkaran dekat Jokowi sejak dia masih menjadi Wali Kota Surakarta sampai akhirnya Presiden RI.

Kemudian Agus lanjut mengemban tugas sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi (2021–2022).

Serta menjadi Wakil Kepala Staf TNI AD mendampingi Jenderal Dudung pada Februari 2022 hingga 25 Oktober 2023.

Prajurit Paket Lengkap

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), sekaligus pengamat militer Anton Aliabbas mengatakan, bahwa Agus memiliki riwayat pendidikan kemiliteran yang lengkap.

Hal ini lantaran Agus memiliki pengalaman penugasan dari satuan tempur, pendidikan, sampai teritorial.

Dì lingkungan teritorial, Agus juga tercatat pernah menjabat Danrem 132/Tadulako Palu dan Pangdam III/Siliwangi.

Saat menjabat Danrem (Tadulako), Agus ikut berjibaku dalam penanganan bencana likuifaksi di Palu.

“Agus telah mengikuti Seskoad, Sesko TNI, hingga Lemhannas serta tercatat pernah menjadi dosen di lingkungan Seskoad,” ujar Anton.

Dengan demikian, menurutnya, Agus terbilang sosok prajurit “paket komplit” karena mengikuti dìkbangum (pendidikan pengembangan umum) TNI lengkap, memiliki penugasan beragam dan dekat dengan Jokowi.

Anton menilai, dìtunjuknya Agus sebagai KSAD tidak begitu mengejutkannya. Salah satunya, karena ia merupakan satu dari tiga nama yang pernah bertugas dì lingkaran Istana.

Dua nama lainnya adalah Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (**).

No More Posts Available.

No more pages to load.