OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM – Yono satu dari puluhan penumpang Bus Putra Sulung yang selamat pasca dìtabrak Kereta Api (KA) Ekspres jurusan Bandar Lampung-Palembang terlihat tampak trauma.
Yono merupakan penumpang asal Belitang, OKU Timur yang hendak balik ke Jakarta untuk kembali bekerja.
Yono mengaku baru sekitar satu jam menaiki bus tersebut sebelum terjadinya kecelakaan màut tersebut.
“Sebelum dìtabrak, Bus sempat stop dìtengah perlintasan. Kondisi mesin mobil mati,” ungkap Yono kepada idsumsel.com, Minggu 21 April 2024.
Yono menjelaskan, saat bus yang ia naiki berhenti posisi kereta belum datang. Kemudian, para penumpang sontak cemas dan memilih untuk segera keluar.
Sekitar beberapa menit, kereta api yang melaju dari arah Lampung menuju stasiun Martapura langsung datang dan menghantam badan bus.
Sontak, para penumpang tambah panik bahkan ada yang meloncat dari dalam bus dan masuk kesawah sekitar lokasi.
“Saat bus menyeret bus, kita semua pasrah. Alhamdulillah saya masih selamat,” ungkapnya sembari menghela napas.
Yono mengaku menaiki bus Putra Sulung itu untuk kembali bekerja di Jakarta. Ia naik dari wilayah Belitang.
“Saya hendak ke jawa untuk kembali bekerja, usai berlebaran dì Belitang,” paparnya.
Setelah kejadian ini, Yono mengaku akan kembali lagi ke Belitang untuk beristirahat dan memulihkan kondisi.
“Kepala dan kaki saya juga mengalami luka-luka serta memar. Saya duduk dìposisi tengah sebelah kanan bus,” ungkapnya.
Dìberitakan sebelumnya, Kereta Api Penumpang (Ekspres) Jurusan Bandar Lampung-Palembang mengalami kecelakaan, Minggu 21 April 2024 sekitar pukul 13.20 WIB.
KA tersebut menabrak Bus Putra Sulung BE 7037 FU warna biru jurusan Belitang-Jakarta dì perlintasan tanpa palang pintu, Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura.
Bus Putra Sulung jurusan Belitang-Jakarta ini mengangkut puluhan penumpang yang hendak balik ke Pulau Jawa.
Akibat kecelakaan itu, satu penumpang dìkabarkan meninggal dunia, kemudian 9 orang lain luka-luka. Para korban lansung dìlarikan ke rumah sakit terdekat.
Informasi yang berhasil dìhimpun, korban meninggal seorang laki-laki bernama Nazarudin Asof (19).
Penumpang bus ini dìketahui warga Desa Karang Endah RT 006/RW 003, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur.
Setelah dìhantam KA Ekspres, kondisi Bus Putra Sulung warna biru tua itu terseret hingga 100 meter.
Telihat bekas tabrakan bus penyok tepat pada bagian tengah bus. Kaca-kaca pecah dan berserakan sekitar lokasi.
Mobil Putra Sulung tersebut merupakan bus penumpang dari Belitang hendak ke Pulau Jawa, dengan membawa puluhan penumpang.
Anton salah satu sukarelawan yang menjaga pelintasan melihat lansung kejadian tersebut.
“Pas kejadian aku baru nyampai, dan markirkan motor, rencana mau duduk sebentar nonton youtube,” katanya, sambil menjelaskan bahwa yang mengatur pelintasan ada reknnya Yoga.
Yoga mengaku saat baru tiba, bus Putra Sulung warna Biru itu tiba-tiba berhenti tepat dìtengah pelintasan dengan kondisi mesin masih hidup.
Kemudian Anton mendengar suara klakson kereta. Lansung berteriak akan bus cepat maju. Saar bersamaan, ia juga melihat beberapa penumpang berlari hendak keluar mobil.
“Karena sudah dekat, tabrakan tidak bisa dìhindari. Bahkan ada sekitar 5 pemupung terpental keluar Bus, sembari terseret kereta,” ceritanya.
Dalam kondisi panik, Anton berteriak dan berlari membantu para penumpang yang terpental.
“Ada dua orang yang keritis tadi, bahkan ada satu orang sudah ngorok saat dìevakuasi,” kata Anton.
Hinga pukul 14.50 WIB Bus Putra Sulung masing terbentang dan dìlakukan evakuasi agar kereta bisa melintas. Begitu juga KAI penumpang masih berada dì lokasi kejadian. (gas).






