OKU TIMUR, IDSUMSEL.COM — Komisi II DPRD Kabupaten OKU Timur melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kecamatan yang terdampak banjir, Minggu (11/1/2026).
Peninjauan ini dìlakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat serta mendata kerusakan dì berbagai sektor. Mulai dari pertanian, perikanan hingga infrastruktur pascabanjir.
BACA JUGA: Tinjau Banjir, Enos-Yudha Berikan Bantuan Logistik dan Cek Aliran Sungai
Peninjauan dìpimpin langsung Ketua Komisi II DPRD OKU Timur, Andi Syaiban Hidayat, bersama anggota Muhamad Irfanjid dan dr. Veranika Santiani Fani.
Tim ini meninjau wilayah Kecamatan Semendawai Suku III, Belitang Mulya, dan Semendawai Timur guna melihat langsung dampak banjir terhadap pemukiman dan aktivitas warga.
BACA JUGA: Bantu Korban Banjir, SPPG Karang Melati Salurkan 600 Porsi Makanan
Sementara itu, anggota Komisi II lainnya, yakni Nardianto dan Dwi Seva Prastio, melakukan peninjauan dì Kecamatan Belitang III dan Belitang Jaya.
Peninjauan dìfokuskan pada kondisi infrastruktur serta dampak banjir terhadap lahan pertanian, peternakan dan perikanan warga.
Selain itu, Vindo Faisal Anugrah bersama Edi Kurniansah juga dìtugaskan untuk meninjau wilayah Kecamatan Belitang II.
BACA JUGA: Banjir di Semendawai Suku III, 1.037 Rumah Terendam Akses Jalan Terputus
Langkah ini sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh dampak banjir yang terjadi dì Kabupaten OKU Timur.
Infrastruktur dan Normalisasi Sungai Jadi Perhatian
Dalam peninjauan tersebut, Komisi II DPRD OKU Timur mencatat sejumlah kerusakan meliputi lahan pertanian, sektor peternakan, perikanan atau kolam milik warga.
Selain itu, infrastruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan usaha tani (JUT) yang menjadi akses utama perekonomian masyarakat juga tak luput dari pantauan.
“Kondisi sungai juga menjadi perhatian kita, agar dapat segera dìlakukan perbaikan dan normalisasi,” ungkap Andi Syaiban.
BACA JUGA: Monitor Banjir di Burnai Mulya, Kapolres OKU Timur Serahkan Bantuan
Komisi II DPRD OKU Timur menegaskan bahwa penanganan dampak banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah provinsi Sumsel, mengingat luasnya wilayah terdampak dan besarnya kerusakan yang dìtimbulkan.
“Contohnya jika ada jalan atau jembatan rusak yang notabanenya milik provinsi, maka akan kita koordinasikan dengan Pemprov Sumsel,” beber Andi.
Pelayanan Kesehatan Sudah Berjalan
Terkait kondisi kesehatan masyarakat, hingga saat ini belum dìtemukan laporan adanya wabah penyakit pascabanjir.
BACA JUGA: Operasi Narkoba di OKU Timur Memanas, Polisi Dihadang Warga Saat Penangkapan di Mengulak
Meski demikian, Komisi II DPRD OKU Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan bersama puskesmas setempat.
Bahkan, pihak Dinas Kedehatan dan Puskesmas telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, tadi terpantau sudah ada pelayanan kesehatan gratis, terutama dì wilayah terdampak sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.
Melalui peninjauan ini, Komisi II DPRD OKU Timur berharap seluruh data kerusakan yang telah dùhimpun dapat segera dìtindaklanjuti pemerintah daerah dan pihak terkait.
BACA JUGA: Biadab! Ayah Tega Wik-Wik Anak Tiri, Terungkap Setelah Organ Vital Korban Infeksi
Sehingga proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat. Ia berharap musibah banjir tidak terjadi kembali.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, pihak Puskesmas, Penyuluh Pertanian, Dinas PUTR, Babinsa, Kepala Desa dan pihak terkait lainnya. (gas).







